Sekilas Info

Cegah Penyebaran Corona

Bandara Baabulah Ternate Siaga Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Percobaan scan suhu tubuh, yang dilakukan petugas KKP Kelas III Ternate, kepada salah seorang penumpang di Bandara Baabullah Ternate, Senin 27 Januari 2020 || Foto : Awi/Hpost

Ternate, Hpost - Penyebaran virus Corona ke sejumlah negara membutuhkan antisipasi yang cepat. Tak terkecuali Provinsi Maluku Utara, yang sejak 2018 disesaki aktivitas Tenaga Kerja Asing asal Tingkok. Virus mematikan yang berasal dari negeri tirai bambu itu memerlukan langkah pencegahan dini, terutama di pintu masuk seperti Bandara dan Pelabuhan.

Berdasarkan, data yang dibertakan Kompas, edisi 27 Januari 2020, virus yang disebut mirip Sindrom Pernapasan Akut Prah (SARS) ini, sudah merebak ke 12 negara di berbagai belahan dunia, dan menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di Tiongkok.

Anggota Tim Informasi Publik, Kantor Kesalamatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Kota Ternate, Iskandar Taran saat dijumpai di ruang kerja menjelaskan, pihaknya telah mengantisipasi penyebaran virus corona dengan memasangkan alat pemindai suhu tubuh.

Alat yang dilengkapi kamera dan monitor sudah terpasang dipintu keluar Bandara Sultan Babullah Ternate sejak tahun lalu. Alat itu akan memindai suhu tubuh di atas 38°c.

"Karena virus ini berasal dari Tiongkok, maka kita fokuskan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang berkunjung maupun yang bekerja di Sektor Pertambangan di Maluku Utara, namun tidak mengesampingkan Warna Negara Indonesia (WNI)," paparnya, Senin 27 Januari 2020.

Sebagai langkah tindak lanjut atas surat edaran instruksi Kementerian Kesehatan RI tentang kesiapsiagaan dan upaya penanganan virus corona, per 6 Januari 2020.

Percobaan scan suhu tubuh, yang dilakukan petugas KKP Kelas III Ternate, kepada salah seorang penumpang di Bandara Baabullah, Senin 27 Januari 2020 || Foto : Awi/Hpost

KKP Kelas III Kota Ternate sudah mengedarkan surat siaga dini bagi instansi vertikal terkait seperti Dinas Kesehatan Kota Ternate, Kantor Imigrasi Kota Ternate, Kantor Bea dan Cukai Kota Ternate dan instansi vertikal terkait lainnya.

Dijelaskan, untuk Standar Operasional Prosedur (SOP) bila WNA atau WNI yang terindikasi terjangkit, maka akan dilakukan penanganan awal yakni memisahkan ia dari kerumunan, kemudian diberikan masker setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit rujukan.

"Meski di Malut khususnya Kota Ternate belum ada indikasi penularan virus tersebut, namun kita selalu waspada. "janjinya.

Terkait kewaspadaan, sambungnya, bandara maupun pelabuhan di Malut khususnya Kota Ternate bukanlah checkpoint pertama, melainkan checkpoint kesekian bagi WNA ataupun WNI.

Jadi, bila mana WNA atau WNI yang terdeteksi maka petugas di bandara maupun di pelabuhan sebelumnya sudah melakukan tindakan pemeriksaan terlebih dahulu.

Namun bila lolos atau tidak terdeteksi, maka KKP Kelas III Kota Ternate sudah melakukan koordinasi dengan seluruh maskapai, dimana begitu pesawat atau kapal tiba, WNA atau WNI tersebuy langsung dievakuasi.

"Bagi orang yang terkena virus tersebut, biasanya tidak mencul gejala diawal. Karena virus tersebut akan terasa dalam 7 - 14 hari. Jadi, kalau ketahuan di bandara atau di pelabuhan, maka kita akan tangani secepatnya. Namun kalau lolos sampai ke lokasi yang dituju, maka orang terdekat wajib membawa si pasien ke klinik maupun rumah sakit untuk diberikan penanganan pertama," jelasnya.

Seraya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu panik, namun tetap waspada. Selanjutnya, untuk menunda keberangkatan atau tidak mengunjungi negara yang sudah terjangkit virus corona.

"Jika terkena batuk dan pilek, bisa gunakan masker agar tidak menular ke yang lain. Kemudian olahraga yang teratur untuk daya tahan tubuh. Serta terapkanlah perilaku hidup bersih dan sehat," pungkasnya.

Walikota : Saya Harap Virus ini Tidak Menyebar di Sini

Terkait virus mematikan tersebut, Walikota Ternate Burhan Abdurahman angkat bicara. Kepada sejumlah awak media, Walikota mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) sehari dua akan melakukan koordinasi lintas sektor seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Kota Teranate, Kantor Imigrasi Kota Ternate, Kantor Bea dan Cukai dan instansi vertikal lainnya.

"Prinsipnya, segala regulasi dan kewenangan terkait pemeriksaan dan lain sebagainya, kami serahkan ke mereka. Karena mereka yang lebih paham. Akan tetapi selalu diawasi oleh kita," tegasnya.

Dari perspektif pribadi Walikota dua periode itu, ia tidak mau jikalau virus berbahaya tersebut menyebar di Kota Teranate. Maka dari itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, karena virus tersebut menyerang kekebalan tubuh.

Penulis: Awi
Editor: Red

Baca Juga