Sekilas Info

Covid-19

AGK Akui Pencegahan Covid di Pintu Masuk Masih Longgar

AGK saat berbincang dengan Kapolda Malut di Posko Utama Gugus Tugas Provinsi, Hotel Sahid Bella, Ternate || Foto: Ijal/Hpost

Ternate, Hpost - Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, tidak dapat menyimpan raut kekecewaannya terhadap kinerja tim Gugus Tugas di Bidang Pencegahan, Covid1-19. Ia mengakui tim Pencegahan masih teledor menjaga pintu masuk bandara Baabullah dan pelabuhan Ahmad Yani, Ternate.

"Benar bahwa sampai saat ini pintu masuk bandara dan Pelabuhan masih sangat longgar. Banyak sekali mahasiswa-mahasiwa kita dari pulau Jawa yang pulang langsung ke kampung dan desanya lolos dan tidak diisiolasi," kata Gani Kasuba, dalam Rapat bersama Perbangkan dan Perusahaan di Posko Utama Gugus Tugas Provinsi, Hotel Sahid Bella, Ternate, Selasa 15 April 2020.

Sekadar diketahui, Sebelumnya Prof Ridwan Amiruddin, Guru Besar Epidemiologi, Universitas Hasanudin Makassar, dalam Meeting Zoom, Senin 13 April menegaskan, semua orang yang datang dari Zona merah terpapar Covid-19 harus diisolasi di tempat khusus selama 14 hari.

Atas dasar itu pula, Abdul Gani Kasuba meminta agar gugus tugas bekerja serius di bidang pencegahan dengan memaksimalkan anggaran yang telah tersedia.

AGK, bilang pintu masuk sepserti di Halmahera Utara, melalui laut dan udara juga perlu diperketat. "Banyak orang yang datang dari Manado, pake kapal dan pesawat. Bila perlu semua yang masuk lewat bandara, dijemput khusus dengan Bus. Diisolasi di suatu tempat," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Rikwanto meminta Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19, bidang pencegahan untuk bekerja lebih ketat dalam melakukan pengawasan setiap orang yang keluar dan masuk di Malut baik melalui pintu masuk pelabuhan laut maupun bandar udara.

“Di bidang pencegahan ini harus lebih serius, jangan ada lagi yang lolos karena bingung mau dilaporkan kemana,” cecar Kapolda.

Kapolda bilang, jika ada orang yang masuk dalam ODP atau PDP di satu daerah contohnya di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), tim masih tampak kebingungan sehingga akhirnya dibiarkan.

“Kalau memang ada orang yang sudah masuk PDP tidak boleh perjalanannya terhambat karena itu bagian dari pencegahan,” tegasnya.

Penulis: Red
Editor: Red

Baca Juga