Sekilas Info

Covid-19

Zona Hijau, Siswa di Taliabu Belajar Tatap Muka 

Kepala Bidang (Kabid) SMA Dikbud Malut, Safiun Rajilun || Foto: Dim

Sofifi, Hpost – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara (Malut) akhirnya membuka kembali Sekolah di Kabupaten Pulau Taliabu, sebagai daerah zona Hijau atau tanpa kasus pasien yang terpapar  Corona Virus  Disease (Covid-19).

Kepala Bidang (Kabid) SMA Dikbud Malut, Safiun Rajilun saat dikonfirmasi pada Kamis 13 Agustus 2020 mengatakan, Maluku Utara masih berada di zona oranye, hanya Kabupaten Pulau Morotai yang zona hijau.

“Saat ini Taliabu sudah belajar tatap muka di sekolah, sesuai sekejul yang ditetapkan oleh pusat pada Bulan Juli,” kata Safiun usai Dialog di RRI Ternate.

Dia menuturkan, untuk Kabupaten/Kota lainnya masih menunggu status zonasinya, karena harus ada rekomendasi dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Malut, agar izinnya bisa dikeluarkan.

“Mekanismenya, harus ada izin dari pemerintah daerah terutama gugus Covid Malut, supaya ketua gugus tugas keluarkan izin,” ungkapnya.

Meskipun begitu, lanjut dia, harus ada kesiapan dari Sekolah terutama izin dari orang tua siswa/siswi.

“Biarpun sudah di izinkan oleh pemerintah daerah tapi orang tua siswa tidak izinkan anak mereka belajar di Sekolah tetap saja Sekolah tidak bisa memaksa mereka belajar tatap muka,” ujarnya.

Dikatakan, untuk sekolah yang belajar masih melalui daring dan luring tetap berjalan terkecuali Kabupaten Pulau Taliabu.

“Tapi ada juga sekolah yang memakai daring dan pakai luring, kalau luring kebanyakan dipakai di daerah terpencil atau daerah 3T, artinya, daerah tidak ada jaringan listrik dan internet,” jelasnya.

Daerah 3T ini, menurut dia, daerah yang terpencil dimana ada Kepala Sekolah dan siswanya adalah Guru Honorer, sehingga Dikbud akan membuat modul untuk membantu guru yang berada di Sekolah tersebut.

Selain itu, dia mengujarkan, penerapan daring dan luring ini, pihaknya belum melakukan evaluasi, tetapi target di masa Covid bukan menjadi target capaian kurikulum, asalkan Siswa/Siswi harus dapat pembelajaran sesuai kemampuan sekolah.

“Penerapan ini, efektif atau tidak kami belum melakukan evaluasi, asalkan anak-anak bisa belajar,” terangnya.

Penulis: Dim
Editor: Firjal

Baca Juga