1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Agenda

Festival Qasidah Rebana 2025 Sukses, Ekonomi UMKM Ikut Melejit

Oleh ,

Festival Qasidah Rebana dan Bintang Vokalis Maluku Utara 2025 resmi ditutup pada Sabtu, 29 November dengan penuh kemeriahan.

Acara yang digelar sejak 27 November oleh Pengurus Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Maluku Utara ini bukan hanya berhasil memukau ribuan penonton, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi UMKM di sekitar lokasi acara.

Selama tiga hari pelaksanaan, Alun-Alun Bundaran 40 Sofifi menjadi pusat keramaian. Lebih dari 400 peserta dari sepuluh kabupaten/kota turut berkompetisi, sementara masyarakat memadati area festival sejak sore hingga malam hari. Antusiasme tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang terasa langsung oleh para pelaku UMKM, terutama pedagang makanan, minuman, dan aneka mainan anak yang menjajakan produk di sekitar venue. Banyak pedagang mengaku omzet penjualan mereka meningkat drastis berkat ramainya pengunjung setiap malam.

Rangkaian festival diawali dengan dzikir dan tahlil bersama untuk para korban banjir Aceh. Lantunan sholawat, istighfar, dan dzikir yang merdu dipimpin Imam Masjid Shaful Khairaat, Irwan Tomasoa, menggema menambah kekhidmatan suasana. Banjir yang melanda 16 kabupaten/kota di Aceh itu, menurut data BPBD Aceh per 27 November 2025 pukul 16.00 WIB, berdampak pada 33.817 KK atau 119.988 jiwa, sementara 6.998 KK atau 20.759 jiwa mengungsi.

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan festival. Ia menilai qasidah rebana bukan sekadar ajang seni, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan pada budaya Islami. Lebih dari itu, menurut Samsuddin, festival seperti ini turut menghidupkan ekonomi masyarakat—terutama UMKM yang mendapatkan momentum untuk meningkatkan pendapatan.

Sekjen Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya, Drs. H. Inu Aminuddin, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Muslimat NU Maluku Utara dalam mendukung program pembangunan pemerintah. Festival juga menjadi ruang pemberdayaan perempuan, pembinaan akhlak keluarga, serta penjaga ruang-ruang kebaikan dalam masyarakat.

Samsuddin dalam sambutannya juga menekankan bahwa festival qasidah mampu membangun jiwa kompetitif dan semangat juang peserta, sekaligus memperkaya pengalaman seni yang mendekatkan masyarakat pada ajaran agama melalui cara yang lebih indah dan penuh makna.

Selain lomba qasidah, acara juga diisi dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas P3A Maluku Utara dan Muslimat NU mengenai komitmen pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kesepakatan ini diharapkan memperkuat perlindungan bagi kelompok rentan di Maluku Utara.

Festival yang turut dihadiri Sekjen LASQI Nusantara Jaya, Dewan Juri Qasidah Nasional, Ketua TP PKK Maluku Utara, Ketua DWP Maluku Utara, Dewan Pakar Muslimat NU, kepala OPD terkait, serta masyarakat Sofifi ini berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan. Keramaian tetap memadati alun-alun hingga acara selesai, menandakan suksesnya festival baik dari sisi penyelenggaraan maupun manfaatnya bagi masyarakat.

Pada malam penutupan, panitia mengumumkan para pemenang dari kategori Bintang Vokalis Putra, Putri, serta Qasidah Rebana Klasik. Di kategori Bintang Vokalis Putra, Sabri Wahab dari Morotai berhasil meraih Juara I, disusul Mudar Alhadat dari Halmahera Selatan dan Faisal Syukur dari Ternate. Sementara untuk kategori Putri, Siti Hajar Alhadat dari Halmahera Selatan meraih nilai tertinggi, diikuti Mawada Muksin dari Halmahera Timur dan Nurningsih Mandea dari Morotai.

Di kategori Qasidah Rebana Klasik, Grup Majelis Ta’lim Quran Munzia dari Tidore Kepulauan berhasil keluar sebagai Juara I. Juara II dan III masing-masing diraih Grup Majelis Ta’lim Alfitriah dari Ternate dan Grup PKK Wasile Tengah dari Halmahera Timur. Seluruh pemenang berhak menerima piala dan uang pembinaan dari panitia.

Berita Lainnya