1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Kasus HIV di Morotai Meningkat Drastis, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Oleh ,

Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Data per Desember 2025 mencatat lonjakan kasus aktif hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini memicu kekhawatiran sekaligus menegaskan perlunya penanganan yang lebih intensif.

Direktur RSUD Ir. Soekarno Pulau Morotai, dr. Christie Mamarimbing, menyebutkan bahwa kenaikan kasus terjadi cukup drastis dalam kurun waktu satu tahun.

“Di tahun 2024, jumlah kasus tercatat 51 orang. Kemudian di akhir tahun 2024, bulan Desember, bertambah menjadi 72 orang. Lalu pada Desember 2025 naik lagi menjadi 103 orang. Artinya, terjadi peningkatan 31 pasien dalam setahun,” jelas dr. Christie di ruang kerjanya, Senin, 8 Desember 2025.

Ia menambahkan, khusus pada Desember 2025, ditemukan lima kasus baru.

Terkait mekanisme diagnosa, dr. Christie menegaskan bahwa pasien tidak langsung divonis positif setelah pemeriksaan awal.

“Kami tidak langsung menyatakan pasien positif HIV. Tes ulang dilakukan dengan tiga metode berbeda, dan jika ketiganya menunjukkan hasil positif, barulah status HIV pasien dipastikan,” jelasnya.

Setelah dinyatakan positif, pasien wajib menjalani pengobatan Anti-Retroviral (ARV) seumur hidup. Sebelum pemberian ARV, kondisi kesehatan pasien diperiksa secara menyeluruh, termasuk fungsi ginjal dan hati, untuk menentukan jenis obat yang paling sesuai. Saat ini, seluruh pasien menjalani perawatan rawat jalan dan melakukan kontrol laboratorium setiap enam bulan sekali di poli penyakit dalam, selama tidak muncul keluhan tambahan.

Selain penanganan medis, edukasi publik mengenai jalur penularan HIV menjadi fokus penting.

“HIV hanya menular melalui tiga jalur: darah, air susu ibu, dan hubungan seksual. Hanya tiga itu saja,” tegas dr. Christie.

Sebagai langkah pencegahan, dr. Christie mengimbau masyarakat untuk menjaga kesetiaan pada pasangan atau tidak melakukan hubungan seksual di luar ikatan pernikahan. Bagi yang terpaksa melakukan hubungan seksual berisiko, penggunaan kondom sangat dianjurkan sebagai upaya mencegah penularan.

Pihak RSUD Ir. Soekarno berharap peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat dapat menekan angka penularan HIV di Pulau Morotai.

Berita Lainnya