1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

PT Smart Marsindo Padukan Good Mining Practice dan Pemberdayaan Warga Gebe

Oleh ,

SPT Smart Marsindo menunjukkan komitmennya dalam menerapkan Good Mining Practice (GMP) yang selaras dengan penguatan aspek sosial dan lingkungan.

Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, ini mengintegrasikan pemulihan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi serta peningkatan kualitas pendidikan masyarakat setempat.

Sebagai perusahaan yang telah mengantongi status Clean and Clear (CnC), PT Smart Marsindo menjalankan program reklamasi pascatambang berbasis ekonomi sirkular dengan melibatkan langsung masyarakat lokal. Hingga kini, lebih dari 4.000 pohon telah ditanam di area bekas tambang, terdiri atas jenis cemara laut, mahoni, casuarina, hingga bintangor.

Program reklamasi tersebut juga memberi manfaat ekonomi bagi warga. Proses pembibitan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui sistem insentif. Perusahaan memberikan Rp3.000 per polybag bibit yang berhasil disemai.

“Kami ingin masyarakat merasa memiliki kembali alam mereka, sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung,” ujar Direktur PT Smart Marsindo, Jilly R. Lumankum, Selasa, 13 Januari 2026.

Tak hanya berfokus pada lingkungan, PT Smart Marsindo juga menaruh perhatian serius pada sektor pendidikan di wilayah lingkar tambang. Sejumlah program telah direalisasikan, mulai dari pembangunan gedung SMAN 3 Pulau Gebe, penyediaan armada bus sekolah untuk menunjang mobilitas siswa dari desa terpencil, hingga hibah 20 unit laptop guna mendukung literasi dan kompetensi digital pelajar.

Upaya perusahaan turut menyentuh persoalan konektivitas dan layanan dasar masyarakat. Untuk memutus isolasi geografis Pulau Gebe, PT Smart Marsindo menyalurkan satu unit ambulans guna mendukung layanan kesehatan darurat, serta satu unit speedboat bermesin bagi masyarakat Umiyal di Pulau Yoi untuk menunjang mobilitas dan aktivitas warga.

Program terpadu yang dijalankan PT Smart Marsindo ini mendapat apresiasi dari Koordinator Pemerhati Kelola Sumber Daya Alam (PKSDA), Hamdan Halil. Ia menilai pendekatan yang menggabungkan kepatuhan terhadap regulasi dengan kepedulian sosial layak dijadikan rujukan nasional dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Perusahaan ini mampu memadukan disiplin terhadap aturan dengan empati sosial. Mulai dari pembangunan sekolah hingga skema insentif reklamasi, semuanya bisa menjadi contoh pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” ujar Hamdan.

Sementara itu, Jilly R. Lumankum menegaskan bahwa filosofi PT Smart Marsindo bukan semata mengejar hasil produksi tambang, melainkan juga memastikan adanya warisan positif bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin meninggalkan nilai yang baik bagi masa depan warga. Ini bagian dari komitmen kami menjaga marwah perusahaan dan amanah masyarakat,” pungkasnya.

Berita Lainnya