1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Gubernur Sherly: Jika Tak Mendesak, Tunda Perjalanan Laut

Oleh ,

Sherly Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengimbau masyarakat agar menunda perjalanan, khususnya jalur laut, apabila tidak bersifat mendesak.

Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dini cuaca dan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan informasi resmi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi pada periode 12 hingga 18 Januari 2026. Selama periode tersebut, wilayah Maluku Utara berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi dampak lanjutan dari kondisi cuaca ekstrem tersebut, seperti banjir dan banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Imbauan kewaspadaan ini diperkuat dengan adanya insiden pelayaran di wilayah Pulau Taliabu. Pada Selasa, 13 Januari 2026, sebuah kapal bermuatan kopra dilaporkan kandas dan terbalik di perairan Pancoran, Pulau Kano. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan telah dievakuasi.

Gubernur Sherly menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia meminta warga tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.

Selain itu, nelayan diimbau untuk tidak melaut saat cuaca buruk serta memastikan ketersediaan alat keselamatan. Sementara itu, operator kapal rakyat dan para nahkoda diminta memastikan kelayakan kapal, kondisi mesin, serta selalu mengikuti informasi cuaca resmi sebelum berlayar.

Gubernur Maluku Utara juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sebagai rujukan utama selama periode potensi cuaca ekstrem berlangsung.

Berita Lainnya