Dinas Pertanian Morotai Pastikan Stok Hortikultura Aman 2026
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai memastikan ketersediaan stok hortikultura aman menghadapi peningkatan permintaan pada 2026.
Lonjakan kebutuhan pangan dipicu oleh pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) serta permintaan dari sektor industri berskala besar.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pulau Morotai, Tamhid Bilo, mengatakan stok hortikultura di daerah saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal. Kondisi tersebut didukung oleh semakin banyaknya petani lokal yang fokus mengembangkan komoditas hortikultura.
“Untuk stok horti di Kabupaten Pulau Morotai saya rasa masih cukup untuk melayani konsumen lokal. Kalau kita lihat, sekarang petani lokal fokusnya hampir semua ke hortikultura,” ujar Tamhid, Kamis, 15 Januari 2026.
Ia menjelaskan, meningkatnya permintaan pasar pada 2026 menjadi peluang besar bagi petani hortikultura di Morotai. Selain program MBG, permintaan juga datang dari perusahaan-perusahaan besar, salah satunya PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya petani hortikultura hanya terkonsentrasi di wilayah SP 3 dan SP 4. Namun sejak 2025 hingga 2026, petani lokal di berbagai wilayah Morotai mulai lebih serius dan unggul dalam mengembangkan komoditas hortikultura.
“Kalau tahun-tahun kemarin petani horti hanya ada di SP 3 dan SP 4. Sekarang, di tahun 2025 sampai 2026 ini, petani lokal sudah lebih unggul dan lebih fokus ke horti,” jelasnya.
Tamhid menambahkan, selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, petani hortikultura Morotai juga dituntut menyiapkan pasokan untuk kebutuhan luar daerah. Permintaan tambahan dari sektor industri dan program MBG membuat petani harus menjaga kontinuitas produksi agar pasokan tetap stabil.
“Di tahun 2026 ini, petani horti lokal di Morotai sudah harus mendukung dan menyediakan stok untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Mereka sudah siap mendukung program presiden yang dilaksanakan di Morotai,” tegasnya.
Dengan meningkatnya permintaan, fluktuasi harga hortikultura saat ini dinilai tidak lagi terlalu dikhawatirkan. Pasalnya, serapan pasar terhadap hasil panen petani semakin tinggi.
Meski demikian, Dinas Pertanian tetap mengimbau petani agar tidak panik ketika terjadi penurunan harga. Tamhid menilai, penurunan harga tidak akan terlalu drastis karena permintaan pasar relatif stabil.
“Harapan kami, ketika harga turun, petani jangan kecewa. Karena turunnya tidak sampai jatuh sekali,” katanya.
Ia juga mengajak para petani untuk aktif berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, khususnya terkait kebutuhan sarana produksi. Melalui program pembagian bibit dan pendampingan, pihaknya siap mendukung pengembangan hortikultura di Morotai.
“Petani jangan sungkan datang ke Dinas Pertanian dan menyampaikan kebutuhan apa saja kepada kami. Kami siap melayani,” pungkasnya.