BMKG Warning Cuaca Ekstrem di Maluku Utara
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Maluku Utara.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung selama tiga hari ke depan akibat adanya pola konvergensi atau pertemuan massa udara di wilayah selatan Maluku Utara.
Pantauan BMKG menunjukkan angin kencang mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Ternate. Selain itu, peningkatan tinggi gelombang laut juga terpantau di beberapa perairan Maluku Utara.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Baabullah Ternate, Fahmi Bachdar, kepada halmaherapost.com, Selasa, 20 Januari 2026, mengatakan bahwa kondisi cuaca di Maluku Utara umumnya berawan dengan potensi angin kencang mencapai kecepatan hingga 50 kilometer per jam.
“Pengaruh konvergensi yang cukup kuat terjadi di wilayah selatan Maluku Utara, terutama mencakup Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu,” ujar Fahmi.
Selain angin kencang, BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari di sebagian besar wilayah Maluku Utara.
Sementara itu, tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di wilayah pesisir serta pengguna transportasi laut.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini. Terutama bagi nelayan dan masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut.
“Bagi masyarakat yang hendak bepergian menggunakan transportasi laut, agar selalu memperhatikan informasi cuaca dan gelombang yang dikeluarkan BMKG. Informasi cuaca dapat diakses melalui media sosial Instagram @infobmkg, aplikasi Info BMKG, serta layanan WhatsApp INFO BMKG Maluku Utara,” pungkasnya.