1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Kolaborasi Gubernur Sherly–PNM, UMKM Maluku Utara Didorong Naik Kelas

Oleh ,

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas melalui kolaborasi strategis bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Upaya tersebut ditegaskan saat Gubernur Sherly membuka agenda bertajuk “Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan” yang digelar di Dhuafa Center, Ternate, Rabu, 21 Januari 2026.

Kegiatan ini melibatkan PNM dan dihadiri sekitar 600 peserta serta 20 pelaku UMKM lokal. Agenda utama acara tersebut adalah peluncuran perluasan program pembiayaan PNM Mekaar yang secara khusus menyasar perempuan pelaku usaha ultra mikro di Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang tergolong sangat tinggi. Pada Kuartal III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tercatat mencapai 39 persen, tertinggi secara nasional.

Namun demikian, Sherly menegaskan bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi tersebut harus diikuti dengan pemerataan yang adil agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“UMKM harus naik kelas. Kuncinya ada pada literasi keuangan. Jangan sampai modal usaha justru habis untuk kebutuhan konsumtif,” tegas Sherly.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para ibu pelaku UMKM di Maluku Utara yang dinilainya memiliki integritas tinggi, tercermin dari catatan kredit yang baik dan minim pembiayaan macet.

Sementara itu, Direktur Bisnis PNM, Kindaris, menyampaikan komitmen PNM dalam memperluas layanan pembiayaan dan pendampingan usaha di Maluku Utara. Pada tahun 2026, PNM menargetkan penambahan kantor cabang dari satu menjadi lima cabang.

Cabang-cabang tersebut akan tersebar di wilayah Tidore, Sofifi, Weda, dan Morotai. Selain itu, PNM juga menargetkan penambahan 10.000 nasabah baru dengan total penyaluran dana mencapai Rp50 miliar.

“Sejak 1999, PNM fokus pada pemberdayaan usaha ultra mikro. Hingga saat ini, secara nasional PNM telah melayani 12,2 juta nasabah aktif,” ujar Kindaris.

Dukungan terhadap program PNM Mekaar turut disampaikan oleh pelaku usaha lokal. Mulyati Mahmud (50), pemilik usaha nasi kuning asal Kelurahan Moya, mengaku terbantu dengan kehadiran PNM dalam menopang modal usaha masyarakat kecil.

Ia berharap program PNM Mekaar dapat terus berlanjut agar pelaku UMKM kecil semakin berdaya dan mandiri secara ekonomi.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur Maluku Utara dan Direktur Bisnis PNM terkait pengembangan usaha ultra mikro dan mikro. Acara juga dirangkaikan dengan peresmian pembukaan Unit Mekaar oleh Gubernur Sherly.

Selain itu, panitia menayangkan video dokumentasi penyaluran PNM Mekaar sebagai bukti nyata kontribusi PNM dalam mendukung UMKM di lapangan.

Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Maluku Utara, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM Muhammad Firdaus, Kepala OJK Maluku Utara Adi Surahmat, pimpinan perbankan, OPD terkait, serta jajaran pimpinan PNM, termasuk Komisaris Independen Veronica Colondam dan Komisaris Ardhiya Pratiwi Setiawati.

Berita Lainnya