1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Transportasi Laut Bermasalah, DPRD Halsel Desak Evaluasi Kadis Perhubungan

Oleh ,

Polemik layanan transportasi laut di Kabupaten Halmahera Selatan, menuai sorotan keras dari Anggota DPRD Halsel, Irawan M. Adam.

Ia menilai kinerja Kepala Dinas Perhubungan Halsel, Ramli Manuy, buruk dan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat pesisir.

Sorotan tersebut muncul menyusul pernyataan Kadis Perhubungan terkait terhentinya layanan di sejumlah pelabuhan yang dinilai tidak berdasar dan terkesan asal bicara.

“Pernyataan Kadis Perhubungan itu tidak memiliki dasar yang jelas dan terkesan abal-abal. Ini menyangkut hak masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada transportasi laut,” tegas Irawan, Selasa, 27 Januari 2026.

Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan I ini menegaskan, pihaknya akan segera memanggil Kepala Dinas Perhubungan untuk dimintai klarifikasi atas pernyataan yang dinilai mengabaikan kebutuhan dan hak warga.

Irawan menjelaskan, Pelabuhan Loleojaya di Kecamatan Kasiruta Timur dan Pelabuhan Indari di Kecamatan Bacan Barat merupakan pelabuhan nasional. Kedua pelabuhan tersebut sebelumnya mampu disinggahi kapal-kapal besar.

“Pelabuhan Loleojaya dan Indari adalah pelabuhan nasional. Kapal-kapal besar seperti Sumber Raya dan Permata Bunda pernah berlabuh di sana. Sementara sekarang hanya dilayani kapal kecil seperti Ajul Safikram dan Venecian yang kapasitasnya tidak sebanding,” jelasnya.

Ia juga menyoroti alasan Kadis Perhubungan yang menyebut pelabuhan di Desa Loleojaya terlalu sempit untuk manuver kapal.

“Alasan pelabuhan terlalu sempit itu tidak bisa diterima, karena sampai sekarang belum ada pengecekan teknis dari instansi terkait. Ini menunjukkan Kadis Perhubungan asal bicara tanpa kerja nyata,” tambah Irawan.

Atas kondisi tersebut, Irawan mendesak Bupati Halmahera Selatan, Ali Bassam Kasuba, agar segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Dinas Perhubungan yang dinilai gagal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kami minta Bupati segera mengevaluasi Kadis Perhubungan demi menjamin pelayanan transportasi laut yang layak bagi masyarakat pesisir,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Halsel, Ramli Manuy, menjelaskan bahwa terhentinya layanan di sejumlah pelabuhan disebabkan KM Ajul Safikram masih menjalani proses perbaikan.

“KM Ajul Safikram masih dalam tahap perbaikan. Sementara kapal pengganti memiliki kapasitas lebih besar sehingga tidak bisa masuk ke pelabuhan yang berukuran kecil,” jelas Ramli.

Ia menambahkan, setelah proses perbaikan selesai, KM Ajul Safikram akan kembali difokuskan melayani rute Pelabuhan Kupal, Botang Lomang, Indari, Loleojaya hingga Ternate.

Berita Lainnya