Reses di Sidopo Halmahera Selatan, Irawan Adam Soroti Talud Bermasalah
Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Irawan Adam, menyoroti sejumlah persoalan dalam proyek pembangunan talud penahan ombak di Desa Sidopo, Kecamatan Bacan Barat Utara, saat melaksanakan kegiatan reses.
Dalam pertemuan dengan warga setempat, Irawan menerima berbagai keluhan terkait pelaksanaan proyek yang dinilai bermasalah dan tidak melibatkan masyarakat secara maksimal, khususnya dalam pengambilan material lokal berupa batu.
Berdasarkan hasil kunjungan langsung di lapangan, warga menyampaikan bahwa material batu diambil dari wilayah desa tanpa melibatkan masyarakat setempat. Padahal, sebelumnya terdapat kesepakatan bahwa pengambilan material tersebut akan disertai dengan penimbunan kawasan rawa di desa.
“Namun, menurut keterangan kepala desa, kesepakatan itu justru dilanggar oleh pihak kontraktor,” ungkap Irawan.
Selain persoalan pengambilan material, Irawan juga menyoroti keterlibatan warga dalam penyediaan material pasir. Ia menyebut, sebagian warga memang dilibatkan, namun upah yang diberikan dinilai tidak wajar.
“Banyak warga tidak dilibatkan. Kalaupun ada yang dilibatkan untuk menyediakan pasir, upah yang diberikan hanya Rp130.000 per kubik dan itu dinilai tidak wajar,” tegasnya.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Irawan menegaskan akan membawa aspirasi warga ke DPRD Halmahera Selatan. Ia berencana menyampaikan persoalan ini kepada unsur pimpinan DPRD serta komisi terkait agar ditindaklanjuti secara serius.
“Saya akan menyampaikan keluhan warga ini ke unsur pimpinan DPRD agar kontraktor dan dinas terkait dipanggil untuk dimintai klarifikasi,” katanya.
Tak hanya itu, Irawan juga menyoroti lemahnya transparansi proyek. Pasalnya, proyek pembangunan talud penahan ombak yang menggunakan anggaran daerah tersebut tidak memasang papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.
“Ketiadaan papan proyek tentu menimbulkan pertanyaan, baik dari masyarakat maupun dari DPRD yang melakukan pengawasan langsung di lapangan,” ujarnya.
Sekadar diketahui, proyek pembangunan talud penahan ombak di Desa Sidopo telah dikerjakan sejak sekitar dua bulan lalu. Namun hingga kini, pekerjaan tersebut belum juga rampung, sehingga memicu keresahan warga setempat.