Pantau Langsung Sekolah, Disdik dan DPRD Sula Pastikan Revitalisasi Beres
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kepulauan Sula bersama Komisi II DPRD turun langsung memantau sejumlah sekolah penerima bantuan Program Revitalisasi Pendidikan, Rabu, 4 Februari 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pendidikan yang dibangun melalui program revitalisasi benar-benar rampung, layak digunakan, serta mampu menunjang proses belajar mengajar secara optimal.
Monitoring lapangan tersebut dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Sula, Marini Nur Ali, didampingi Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Sula, Rian Ardianto Ruslan, serta Wakil Ketua Komisi II, Maryono Ode Kombe.
Di sela-sela kunjungan, Marini menegaskan bahwa program revitalisasi tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga harus diikuti dengan pemanfaatan dan perawatan fasilitas oleh pihak sekolah.
Menurutnya, bantuan revitalisasi dan sarana prasarana pendidikan merupakan wujud keseriusan pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sula.
“Sekolah harus bertanggung jawab menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan. Bantuan ini bertujuan mendukung proses belajar mengajar agar berjalan lebih baik,” ujar Marini.
Ia berharap, bantuan yang diberikan, baik berupa rehabilitasi bangunan maupun penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh sekolah penerima.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan mengunjungi lima sekolah, yakni SMP Negeri 3 Satu Atap Sulabesi Timur, SD Inpres Waiboga, TK Alhilal Waiboga, SMP Negeri 4 Sanana Utara, serta SD Negeri Wainin.
Dari hasil monitoring, seluruh capaian Program Revitalisasi Sekolah di sekolah-sekolah tersebut dinyatakan telah rampung dan siap digunakan.
Marini juga memastikan bahwa secara keseluruhan, bantuan Program Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Kepulauan Sula telah mencapai 100 persen.
Ia berharap, fasilitas pendidikan yang semakin memadai dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman serta mendukung kinerja tenaga pendidik.
“Dengan fasilitas yang lebih baik, semoga proses pembelajaran berjalan lancar dan guru-guru dapat menjalankan tugasnya secara maksimal demi masa depan anak-anak kita,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Sula, Rian Ardianto Ruslan, menekankan pentingnya perawatan fasilitas sekolah agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Menurutnya, peningkatan dan keberlanjutan mutu pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga pendidik, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Politisi Partai Golkar itu juga meninjau langsung berbagai jenis bantuan, mulai dari pembangunan gedung baru, rehabilitasi ruang kelas, hingga fasilitas WC sekolah.
Ia menilai, secara umum kondisi gedung dan sarana prasarana pendidikan di sekolah-sekolah yang dikunjungi sudah cukup memadai.
“Jika masih ada kekurangan atau kebutuhan di sekolah, maka semua pihak harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik demi kemajuan pendidikan di Kepulauan Sula,” pungkasnya.
Diketahui, sebanyak 14 sekolah jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP di Kabupaten Kepulauan Sula menerima bantuan Program Revitalisasi Sekolah. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Kepulauan Sula.
Berikut daftar sekolah di Kepulauan Sula penerima bantuan revitalisasi:
1. TK Alhilaal Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah
2. TK Negeri Mekar, Kecamatan Mangoli Selatan
3. SD Negeri Waisakai, Mangoli Utara Timur
4. SD Inpres Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah
5. SD Inpres Kobo, Kecamatan Mangoli Utara Timur
6. SMP Negeri 1 Mangoli Barat, Kecamatan Mangoli Barat
7. SMP Negeri 5 Satap Sanana, Kecamatan Sanana
8. SMP Negeri 3 Satap Sulabesi Timur, Kecamatan Sulabesi Timur
9. SMP Negeri 4 Sanana Utara, Kecamatan Sanana Utara
10. SD Negeri Wainin, Kecamatan Sanana Utara
11. SD Inpres Auponhia, Mangoli Selatan
12. SD Negeri Naflo, Mangoli Timur
13. SD Inpres Modapia, Kecamatan Mangoli Utara
14. SD Negeri 1 Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara