1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Perjuangan Warga Tomares-Tabanolou: Bertahan dengan Kelapa Saat Tambang Menggurita

Oleh ,

Di tengah derasnya aktivitas tambang yang menggurita di Halmahera Timur, warga Desa Tomares dan Tabanolou, Kecamatan Wasile Selatan, tetap setia menggantungkan hidupnya pada kelapa. Bagi mereka, kelapa bukan sekadar tanaman, melainkan “emas hijau” yang menjadi penghidupan utama dan urat nadi ekonomi desa.

Hampir setiap keluarga di dua desa itu memiliki kebun kelapa yang rutin diolah menjadi kopra. Rata-rata dalam sekali panen, warga mampu menghasilkan minimal dua ton kopra, yang menjadi sumber penghasilan utama.

Archimedes, seorang petani senior berusia 69 tahun, menceritakan perjalanan panjangnya sejak membuka kebun kelapa pada tahun 1990.

“Dulu waktu pertama datang ke sini, semuanya masih hutan belantara. Kami buka lahan pelan-pelan, tanam kelapa. Sekarang hasilnya sudah bisa menghidupi keluarga,” ujar Archimedes saat berbincang dengan Halmaherapost.com, Jumat, 6 Februari 2026.

Desa Tomares yang kini berkembang, awalnya hanya dihuni sembilan kepala keluarga, sementara Desa Tabanolou tujuh kepala keluarga. Mereka membuka lahan secara mandiri dan mencoba berbagai tanaman, tapi kelapa lah yang paling bertahan dan menjanjikan hasil.

Bersama istri dan anak-anaknya, Archimedes bahkan pernah tinggal di dalam hutan selama lima tahun demi merintis kebun kelapa yang kini menjadi sumber kehidupan.

“Anak-anak tetap bersekolah meskipun jaraknya jauh. Kami bertahan karena yakin hasil panen kelapa ini akan jadi pegangan hidup kami,” tuturnya.

Harga kelapa di Desa Tomares kini berkisar Rp12 ribu per kilogram, meski sebelumnya sempat menembus Rp18 ribu.

“Kalau harga naik, petani sangat terbantu. Tapi sekarang pun masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Archimedes.

Dalam proses pengolahan kopra, mereka menerapkan sistem bagi hasil yang adil. Biaya produksi ditanggung bersama, dan para pekerja mulai dari pemanjat pohon hingga pemasak kopra mendapat bagian yang sama.

“Kerjanya banyak dan berat, jadi pembagian hasil juga rata. Itu sudah jadi kebiasaan kami,” tambahnya.

Meski sebagian warga juga menanam pala dan cengkih, Archimedes menegaskan kelapa tetap menjadi komoditas utama dan tumpuan ekonomi di Tomares.

“Kelapa ini urat nadi kami. Walaupun tambang semakin banyak di Halmahera Timur, bagi kami warga desa, kelapa tetap yang utama,” pungkasnya.

Berita Lainnya