1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Tangis Firdaus Amir Pecah! BPP HIPMI Tegaskan Tak Ada Dualisme di Maluku Utara

Oleh ,

Suasana haru mewarnai penutupan Musyawarah Daerah (Musda) VI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara. Firdaus Amir tak kuasa menahan tangis saat resmi menerima tongkat estafet kepemimpinan sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara.

Momen emosional itu terjadi setelah Firdaus ditetapkan sebagai ketua terpilih dalam forum tertinggi organisasi pengusaha muda tersebut. Dukungan penuh dari berbagai Badan Pengurus Cabang (BPC) mengalir deras, menandai berakhirnya seluruh rangkaian Musda VI.

Sejumlah BPC yang hadir di antaranya BPC Halmahera Timur, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Kota Ternate, hingga Pulau Taliabu.

Dalam sambutannya, Firdaus menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, sahabat, dan seluruh kader HIPMI yang telah membersamainya sejak awal perjuangan.

“Orang tua saya, opa yang selalu memberi dukungan, Abang Ded, Abang Muis yang selalu mendoakan saya. Saya bangga berjuang bersama kalian. Kita berangkat dari desa dan seluruh pendukung yang terus menerima saya sampai hari ini,” ujar Firdaus dengan suara bergetar, Minggu, 8 Februari 2026, di Aula Asrama Haji Kota Ternate.

Firdaus menegaskan bahwa kepemimpinannya bukan kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh kader HIPMI Maluku Utara.

BPP HIPMI Tegaskan Musda Sah

Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris BPP HIPMI, M. Hadi Nainggolan, yang juga bertindak sebagai Caretaker BPD HIPMI Maluku Utara, menegaskan bahwa Musda VI HIPMI Maluku Utara sah dan legitimate secara organisasi.

Menurut Hadi, seluruh tahapan Musda berada dalam pengawalan langsung pengurus pusat, mulai dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, hingga Ketua OKK BPP HIPMI, termasuk penerbitan Surat Keputusan (SK) caretaker sebelumnya.

“Musda ini sah dan legitimate. Dikawal langsung oleh Ketua Umum, Sekjen, dan Ketua OKK BPP HIPMI. Tidak ada alasan untuk mendiskualifikasi kepengurusan yang terbentuk,” tegas Hadi.

Ia juga memastikan tidak ada dualisme kepengurusan HIPMI Maluku Utara. Kepemimpinan hasil Musda VI merupakan satu-satunya kepengurusan yang diakui secara organisatoris.

Hadi mengajak seluruh kader HIPMI Maluku Utara untuk menjaga soliditas dan tidak terpecah oleh perbedaan pandangan.

“Jika masih ada yang belum sepakat, mari kita selesaikan secara demokratis. Mandat organisasi ada pada Ketua Umum BPP HIPMI dan telah ditunjuk untuk diselesaikan secara tertib dan aman,” katanya.

Selain itu, Hadi menyampaikan pesan agar kepengurusan baru mampu memperluas peran HIPMI sebagai rumah besar pengusaha muda di Maluku Utara.

“HIPMI harus melebarkan sayap dan merangkul semua. Jangan ada yang berkecil hati,” ujarnya.

Tiga Filosofi Kepemimpinan Firdaus

Sementara itu, Firdaus memaparkan tiga filosofi utama kepemimpinannya ke depan, yakni membangun prestasi kader, melahirkan insan-insan inspiratif, serta menciptakan legacy yang membawa perubahan nyata bagi Maluku Utara.

“Kader HIPMI Maluku Utara harus berprestasi, mencetak pengusaha-pengusaha baru, menjadi insan inspiratif, serta membangun legacy yang bermanfaat bagi daerah,” tandasnya.

Musda VI HIPMI Maluku Utara resmi ditutup dengan semangat rekonsiliasi dan persatuan. Tahapan selanjutnya adalah pelantikan pengurus baru yang akan dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi.

Dengan pengesahan dari BPP HIPMI, kepemimpinan BPD HIPMI Maluku Utara kini berada dalam satu komando yang sah, menandai berakhirnya dinamika internal dan dimulainya konsolidasi organisasi menuju arah yang lebih solid.

Berita Lainnya