1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pemprov Maluku Utara Dorong Pemulihan Kelistrikan Pascabencana di Dua Daerah

Oleh ,

Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong percepatan pemulihan kelistrikan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Upaya tersebut ditegaskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara.

RDP yang digelar di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara itu dipimpin langsung Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, Senin, 9 Februari 2026. Dalam arahannya, Wagub menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan primer masyarakat, terlebih dalam kondisi darurat akibat bencana alam.

“Kelistrikan sangat vital. Bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga menunjang pelayanan publik, aktivitas ekonomi, hingga keselamatan masyarakat. Karena itu, pemulihannya harus dipercepat,” tegas Sarbin Sehe.

Ia menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov Malut dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di sektor kelistrikan, di tengah anomali cuaca yang masih berpotensi terjadi di wilayah Maluku Utara.

Dalam forum itu, Wagub meminta penjelasan langsung dari pihak PLN terkait pemetaan perbaikan jaringan listrik di wilayah terdampak. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan gangguan berulang serta mempercepat proses pemulihan kelistrikan di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Senior Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Gamal Rizal Gambey, mengapresiasi inisiatif Pemprov Malut yang terus mendorong percepatan pemulihan akses listrik, khususnya di Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Gamal menjelaskan, proses pemulihan sempat terkendala kondisi medan yang sulit serta keterbatasan akses transportasi ke sejumlah lokasi terdampak.

“Kerusakan yang terjadi meliputi trafo rusak, kabel putus, serta tiang listrik yang rubuh akibat banjir dan longsor,” ungkapnya.

Ia menambahkan, PLN menjadwalkan pengerjaan perbaikan lanjutan mulai 16 Februari 2026, dengan fokus pada wilayah yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Halmahera Utara, E. J. Papilaya, menyampaikan bahwa hingga saat ini beberapa desa di Kecamatan Loloda Utara masih mengalami gangguan kelistrikan.

“Kami dari Pemkab bergerak cepat dengan menyalurkan genset sebagai langkah preventif agar aktivitas masyarakat tetap berjalan,” katanya.

Ia berharap PLN dapat segera menuntaskan pemulihan listrik di desa-desa yang masih terdampak di wilayah Loloda Utara.

Berbeda dengan Halmahera Utara, Sekretaris Daerah Halmahera Barat, Julius Marau, memastikan bahwa pemulihan kelistrikan di wilayahnya telah mencapai 100 persen.

“Kami mengapresiasi PLN karena masyarakat Halmahera Barat kini kembali menikmati layanan listrik secara normal,” ujarnya singkat.

Menutup jalannya pertemuan, Wakil Gubernur Maluku Utara menyampaikan apresiasi atas kesigapan dan respons cepat PLN dalam menangani gangguan listrik pascabencana.

Pemulihan kelistrikan pun terus dilakukan secara intensif sejak awal bencana melanda wilayah Halmahera Barat dan Halmahera Utara. Berkat sinergi Pemprov Malut dan PLN, masyarakat di wilayah terdampak kini berangsur kembali menikmati penerangan.

Berita Lainnya