1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Rizal Marsaoly Bicara Generasi Emas dan Pangaji pada Penutupan MTQ Gemusba

Oleh ,

Anggota Kehormatan Generasi Muda Sultan Babullah (Gemusba), Rizal Marsaoly, menyampaikan sambutan mewakili Sultan Hidayatullah Sjah selaku Pembina Gemusba pada kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang digelar di Halaman Kadaton Kesultanan Ternate, Senin, 9 Februari 2026 malam.

Dalam sambutannya, Rizal menegaskan bahwa MTQ yang digelar Gemusba ini bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi menuju terwujudnya generasi emas Indonesia tahun 2045.

“Spirit MTQ ini adalah bagaimana kita menyiapkan arah dan jalan menuju generasi emas 2045. Tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah,” ujar Rizal.

Ia menyampaikan, Gemusba telah hadir sejak tahun 1968 dan kini telah menempuh perjalanan panjang selama kurang lebih 58 tahun. Menurutnya, MTQ kali ini menghadirkan energi baru yang diharapkan dapat memperkuat peran Gemusba dalam pembinaan generasi muda berbasis nilai keislaman dan kearifan lokal.

Rizal juga menekankan pentingnya sinergi antara Kesultanan Ternate dan pemerintah dalam mendukung berbagai program pembinaan keagamaan dan kepemudaan.

“Saya berharap ada sinergi dengan pemerintah, apa saja yang kira-kira bisa dibantu oleh Kesultanan Ternate untuk mewujudkan cita-cita bersama ini,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Rizal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara atas dukungan anggaran melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sehingga kegiatan MTQ dapat terlaksana dengan baik.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Ternate siap mendukung agar MTQ dapat masuk dalam kalender event tahunan daerah.

“Pemerintah kota siap mensuport agar kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rizal mengutip pesan Sultan Hidayatullah Sjah yang menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat pangaji sebagai identitas dan kearifan lokal masyarakat Ternate. Pangaji, menurutnya, tidak hanya dimaknai sebatas kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), tetapi juga sebagai gerakan budaya dan sosial yang perlu difasilitasi secara berkelanjutan.

“Pangaji harus menjadi spirit kearifan lokal. Ini bentuk keberpihakan dalam menyediakan fasilitas pendidikan keagamaan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ternate berkomitmen untuk mendorong pelaksanaan program pangaji di setiap kecamatan. Jika sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Hiri Dorari Isa, maka ke depan program serupa akan dikembangkan di kecamatan lain seperti Foramadiahi dan wilayah lainnya.

“Kita ingin semangat ini hadir dan dirasakan secara merata di seluruh kecamatan,” pungkas Rizal.

Berita Lainnya