Seleksi JPT Pratama Halmahera Tengah Dimulai, Bupati: Jangan Ada Lobi
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah resmi memulai tahapan Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk mengisi sejumlah posisi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih kosong.
Seleksi tersebut dilaksanakan melalui Uji Kompetensi Teknis yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Halmahera Tengah selama dua hari, terhitung sejak Selasa, 10 hingga Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan dipusatkan di Ruang Rapat Bupati Halmahera Tengah, Lantai II.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Tengah, Aidin Abdurahman, tercatat sebagai salah satu peserta yang mengikuti seleksi JPT Pratama tahun ini.
Uji kompetensi digelar sebagai bagian dari upaya pengisian jabatan pimpinan pada tujuh OPD. Selain Dinas Kesehatan, OPD lain yang ikut diseleksi yakni Dinas Sosial, Dinas Perikanan, Sekretariat DPRD, Dinas Nakertrans, Bapperida, serta Dinas Pertanian.
Kepala BKPSDM Halmahera Tengah, Arman Alting, menyampaikan bahwa seleksi diikuti oleh 21 peserta. Setiap jabatan OPD diperebutkan oleh tiga kandidat.
“Seleksi ini bertujuan menjamin objektivitas dan memastikan pejabat yang terpilih benar-benar sesuai dengan kompetensi dan potensi yang dimiliki,” kata Arman.
Ia menjelaskan, seluruh peserta diwajibkan menyusun makalah sesuai bidang jabatan yang dilamar, kemudian mempresentasikannya di hadapan tim penguji.
Dalam arahannya, Bupati Halmahera Tengah menegaskan pentingnya integritas dalam proses seleksi. Ia secara tegas mengingatkan seluruh peserta agar tidak melakukan lobi atau intervensi dalam bentuk apa pun.
Bupati juga menekankan bahwa mekanisme penilaian kali ini melibatkan langsung Bupati dan Wakil Bupati sebagai pengguna (user), sehingga hasil seleksi benar-benar berdasarkan kinerja dan kompetensi.
“Saya bersama Wakil Bupati dan Sekda berkomitmen mengubah sistem. Siapa pun yang memiliki kinerja dan kompetensi terbaik, dialah yang akan diberikan kepercayaan. Proses ini terbuka dan tidak mengenal kepentingan politik,” tegasnya.
Ia meminta seluruh peserta menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap tahapan seleksi serta mengutamakan kepentingan pelayanan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Lebih lanjut, Bupati berharap pejabat yang nantinya terpilih tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang membina dan merangkul seluruh staf di lingkungan kerjanya.
“Pemimpin OPD harus mampu menjadi orang tua bagi bawahannya dan menciptakan suasana kerja yang harmonis,” ujarnya.
Setelah seluruh tahapan presentasi dan penilaian selesai, hasil seleksi JPT Pratama ini akan diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan Pertimbangan Teknis (Pertek) sebagai syarat sebelum pelantikan resmi dilakukan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah selaku Ketua Manajemen Talenta, Asisten III, Kepala Inspektorat, serta jajaran tim penilai lainnya.