Resmi Beroperasi, RSP FAM Dofa Sula Butuh Tambahan Nakes dan Dokter
Peresmian Rumah Sakit Pratama (RSP) FAM Dofa di Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, tidak hanya menjadi langkah penting dalam peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi tenaga kesehatan dan tenaga pendukung lainnya.
Meski telah resmi beroperasi, rumah sakit yang dibangun dengan anggaran Rp43,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023 itu masih mengalami kekurangan sumber daya manusia, khususnya tenaga medis dan dokter.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Sula, Suryati Abdullah, mengatakan pembangunan RSP FAM Dofa merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan berkeadilan.
Menurutnya, berbagai sarana dan prasarana utama telah tersedia dan siap digunakan, meski masih ada beberapa kebutuhan yang akan dilengkapi secara bertahap sesuai perkembangan layanan.
“Berbagai alat kesehatan utama sudah tersedia dan dapat digunakan dalam operasional pelayanan, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan yang akan dipenuhi secara bertahap,” ujar Suryati, Rabu, 11 Februari 2026.
Selain fasilitas medis, sarana administrasi seperti meja, kursi, lemari arsip, komputer, laptop, serta perlengkapan perkantoran lainnya juga telah disiapkan untuk menunjang kelancaran pelayanan.
Sebelum beroperasi, Tim Visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara telah melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan sarana, prasarana, peralatan medis, sistem pelayanan, aspek administrasi hingga kelengkapan perizinan.
“Hasilnya, Alhamdulillah RSP FAM Dofa telah memiliki Surat Izin Operasional,” jelasnya.
Namun dari sisi sumber daya manusia, rumah sakit ini masih membutuhkan total 62 tenaga medis dan nonmedis. Saat ini, jumlah tenaga yang tersedia baru 31 orang, terdiri dari 3 dokter umum, 1 dokter gigi, 12 perawat, 6 bidan, 4 tenaga apoteker dan farmasi, 3 tenaga administrasi, serta 2 orang driver (pengemudi).
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kekurangan tenaga yang cukup signifikan, sehingga pemenuhan SDM menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Menanggapi hal itu, Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus, menegaskan bahwa kekurangan tenaga kesehatan di RSP FAM Dofa menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia bahkan langsung menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan untuk menyurati Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna meminta dukungan tenaga dokter melalui program dokter nusantara.
“Ibu Kadis segera surati Kementerian Kesehatan RI untuk meminta bantuan tenaga dokter nusantara. Atau nanti kita cari dan berikan tunjangan yang layak, bila perlu sampai 10 dokter, asalkan mereka bersedia tinggal dan bertugas di Dofa,” tegas Bupati.
Selain itu, Bupati juga menekankan bahwa proses rekrutmen tenaga kesehatan ke depan harus mengutamakan putra-putri daerah, agar keberadaan rumah sakit ini sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.