1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pemerintah

Maluku Utara Jamin Stok Pangan Aman Jelang HBKN 2026

Oleh ,

Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman dan harga terkendali menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.

Kepastian itu disampaikan dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang dipantau secara virtual, Jumat, 13 Februari 2026.

Kegiatan yang digelar di 1.218 titik se-Indonesia tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. Dalam arahannya, Amran menegaskan pemerintah tidak akan memberi ruang bagi praktik yang mengganggu stabilitas harga pangan.

Ia menyebut, stok beras nasional per Februari 2026 mencapai 3,4 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah—atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 1,5 juta ton. Selain itu, cadangan beras pemerintah (SPHP) tersedia 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram, serta minyak goreng 700 ribu ton dengan harga tertinggi Rp15.700 per liter.

“Tidak ada kompromi bagi yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Satgas Pangan dan jajaran kepolisian harus bertindak tegas. Jika melanggar, izinnya bisa dicabut,” tegas Amran.

Sementara di Maluku Utara, Wakil Gubernur Sarbin Sehe memastikan kondisi logistik daerah dalam keadaan aman hingga akhir Ramadan. GPM dilaksanakan serentak di Kota Ternate dan sembilan kabupaten/kota lainnya sebagai upaya menekan inflasi.

“Logistik aman sampai akhir Ramadan. Kelangkaan LPG dua hari lalu sudah teratasi dan stok kembali tersedia. Kami juga berupaya menurunkan harga daging sapi di Ternate dari Rp150 ribu menjadi Rp140 ribu sesuai regulasi pemerintah,” ujar Sarbin.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Maluku Utara melalui Dinas Pangan menyalurkan 1.000 paket sembako murah di Ternate. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 2 kilogram gula pasir. Dari harga normal Rp170 ribu, masyarakat cukup membayar Rp50 ribu per paket berkat subsidi pemerintah.

Pemprov berharap intervensi ini mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas harga menjelang Ramadan, Idulfitri, Nyepi, dan Tahun Baru Imlek 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran kementerian dan lembaga secara daring, termasuk Sekjen Kemendagri Komjen Pol. Tomsi Tohir, Sekjen Kementan Suwandi, serta pimpinan Perum Bulog dan para kepala daerah se-Indonesia.

Berita Lainnya