BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Maluku Utara, Waspada Banjir dan Longsor
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Maluku Utara.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung selama tiga hari ke depan, dengan hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi memicu banjir dan longsor.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Baabullah Ternate, Fahmi Bachdar, menjelaskan, meningkatnya curah hujan dipicu oleh pola siklonik di wilayah tenggara Maluku Utara, yang memicu belokan angin dan pembentukan awan hujan konvektif.
“Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di sebagian besar wilayah Maluku Utara,” kata Fahmi kepada Halmaherapost.com, Jumat, 20 Februari 2026.
Terkait fenomena La Nina, Fahmi menambahkan bahwa saat ini berada pada fase lemah sehingga kontribusinya terhadap hujan di Maluku Utara relatif kecil.
Wilayah dengan Status Waspada dan Siaga
BMKG menetapkan status waspada untuk wilayah Loloda, Galela, Tobelo, Sidangoli, Batang Dua, Ternate, Tidore, Sofifi, Oba, Maba, Wasile, Weda, Patani, Gebe, Gane, Labuha, Bacan, Mangoli, Taliabu, Sanana, dan Sulabesi.
Sementara wilayah dengan status siaga mencakup Morotai, Kao, Jailolo, Obi, Tobelo, Wasile, dan Gane, di mana hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi.
Selain itu, tinggi gelombang signifikan di perairan Maluku Utara diperkirakan berkisar 0,5–1,5 meter, dengan peningkatan hingga 1,5–2,5 meter di perairan utara. BMKG mengimbau nelayan, pengguna transportasi laut, dan masyarakat yang beraktivitas di perairan agar tetap waspada terhadap gelombang tinggi serta penurunan jarak pandang akibat cuaca buruk.
“Tetap memperbarui informasi melalui kanal WhatsApp dan media sosial resmi BMKG,” imbau Fahmi.
Perairan Berpotensi Gelombang Tinggi
Wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang 1,5–2,5 meter meliputi: barat laut, timur laut, tenggara, dan barat daya Morotai; Kepulauan Loloda; perairan Halmahera Barat; Kepulauan Batang Dua; timur Kepulauan Halmahera; perairan Ternate; barat Kayoa; barat Bacan; Gebe; barat laut Obi; barat daya Obi; timur Obi; timur laut Obi; Teluk Weda; utara Taliabu; utara Mangoli; dan timur Sanana.
BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan instansi terkait dalam menghadapi cuaca ekstrem, serta selalu mengikuti informasi terbaru dari BMKG untuk mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi.