1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Matangkan Agenda JKPI di Ternate, Panitia Lokal Segera Temui Gubernur Sherly

Oleh ,

Panitia lokal pelaksanaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII terus mematangkan berbagai agenda kegiatan yang akan digelar di Ternate, Maluku Utara, pada Agustus 2026 mendatang.

Salah satu langkah strategis yang segera dilakukan adalah menjadwalkan pertemuan dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos.

Rapat persiapan digelar di kantor Bappelitbangda Ternate, Senin, 23 Februari 2026, dipimpin Ketua Panitia JKPI, Rizal Marsaoly. Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon terkait dukungan pemerintah pusat terhadap pelaksanaan JKPI di Ternate.

Rizal mengatakan, koordinasi dengan Gubernur menjadi hal penting mengingat kegiatan ini akan menghadirkan para kepala daerah anggota JKPI dari berbagai kota di Indonesia, serta sejumlah pejabat negara.

“Paling utama tentu gubernur. Kami akan segera mengagendakan pertemuan untuk melaporkan kesiapan kegiatan, apalagi direncanakan ada beberapa pejabat negara yang hadir,” ujar Rizal.

Ia menjelaskan, terdapat sembilan agenda utama yang tengah dimatangkan, di antaranya Rapat Kerja Nasional (Rakernas), festival budaya, simposium pulau-pulau penghasil rempah, gala dinner, city tour, hingga ladies program bagi istri para wali kota.

Seluruh agenda tersebut, kata Rizal, masih akan diurai lebih detail, baik dari sisi lokasi pelaksanaan maupun teknis kegiatan, agar penyelenggaraan JKPI ke-XII benar-benar siap dan terkoordinasi dengan baik.

Untuk tema kegiatan, panitia mengusulkan “Ternate Epicentrum Rempah Dunia” yang saat ini masih dalam proses kurasi di tingkat kementerian. Tema ini diharapkan mampu memperkuat identitas Ternate sebagai kota bersejarah dalam jalur perdagangan rempah dunia.

Pelaksanaan JKPI ke-XII dijadwalkan berlangsung pada 24–28 Agustus 2026 di Ternate, Maluku Utara. Selain mematangkan agenda, panitia juga tengah menyusun buku panduan kegiatan serta menyiapkan portal informasi resmi untuk memudahkan para delegasi memperoleh informasi terkait penginapan, transportasi, pusat kuliner, hingga lokasi wisata.

Rizal menegaskan, dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara sangat dibutuhkan agar pelaksanaan JKPI ke-XII tidak hanya sukses secara seremoni, tetapi juga berdampak pada promosi budaya dan pariwisata daerah.

“Kami ingin momentum ini benar-benar menjadi ajang promosi Maluku Utara secara luas, sekaligus memperkuat posisi Ternate sebagai kota pusaka di Indonesia,” tandasnya.

Berita Lainnya