Rektor Baru, Sejarah Baru! Prof. Ranita Resmi Pimpin UMMU 2026–2030
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) memasuki babak baru kepemimpinan. Tongkat estafet rektor resmi beralih dari Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si. kepada Prof. Dr. Ranita Rope, M.Sc. untuk masa jabatan periode 2026–2030.
Penetapan ini menjadi momen bersejarah bagi UMMU. Selain menandai arah baru pengembangan institusi, Prof. Ranita juga tercatat sebagai rektor perempuan pertama sejak kampus tersebut berdiri pada tahun 2001.
Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 88/KEP/I.0/D/2026 tentang Pengangkatan Rektor UMMU diserahkan pada Selasa 24 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Banten. Penyerahan dilakukan oleh Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd.
Pengangkatan Prof. Ranita sekaligus menegaskan kiprah akademiknya yang sebelumnya telah mencapai jenjang tertinggi sebagai Guru Besar.
Akademisi kelahiran Bere-Bere, Pulau Morotai, 8 Juni 1976 ini memiliki rekam jejak panjang di lingkungan UMMU. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Agribisnis (2009–2013), Dekan Fakultas Pertanian (2014–2018), hingga Wakil Rektor II.
Di bidang pendidikan, Prof. Ranita menempuh studi Sarjana di Universitas Khairun Ternate, kemudian melanjutkan Magister dan Doktor Ekonomi Pertanian di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Terpilihnya Prof. Ranita mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, termasuk Pimpinan Wilayah Aisyiyah Maluku Utara yang mendoakan kelancaran dalam mengemban amanah persyarikatan. Civitas akademika UMMU juga berharap kepemimpinan baru ini mampu mendorong inovasi dan memperkuat kontribusi kampus bagi kemajuan pendidikan dan umat.
Prof. Ranita menyampaikan bahwa proses penyerahan SK berlangsung lancar. Ia menegaskan amanah tersebut merupakan hasil dukungan luas dari berbagai elemen, mulai dari pimpinan dan civitas akademika UMMU, PWM dan Aisyiyah Maluku Utara, Badan Pembina Harian, hingga organisasi Angkatan Muda Muhammadiyah serta Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Aisyiyah.
“Inshaa Allah sinergi dan kolaborasi semua pihak akan terus membangun UMMU untuk kemajuan persyarikatan, umat, dan bangsa,” ujarnya.
Dengan pengalaman manajerial yang matang serta visi akademik yang kuat, Prof. Ranita menjadi satu-satunya akademisi perempuan pertama yang diharapkan mampu membawa UMMU menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul, inovatif, dan berkarakter Islami di masa mendatang.