1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Bupati Ikram Pastikan RSUD Weda Normal, Soliditas Tenaga Medis Terjaga

Oleh ,

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menegaskan pelayanan di RSUD Weda tetap normal dan soliditas tenaga medis terjaga.

Pernyataan ini disampaikan dalam rapat bersama Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Weda, dan dokter spesialis, Rabu, 25 Februari 2026, terkait isu keterlambatan pembayaran insentif tenaga kesehatan.

Bupati Ikram menekankan agar persoalan administrasi internal tidak menjadi isu liar di masyarakat.

“Jangan sampai informasi belum jelas menyebar dan membuat masyarakat berpikir dokter tidak berada di tempat karena mogok. Korbannya adalah masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan saling menghargai di lingkungan ASN.

Pemda Halmahera Tengah telah menganggarkan sekitar Rp9 miliar untuk bantuan sosial, termasuk insentif lansia, janda, disabilitas Rp500.000 per bulan, serta insentif ibu hamil dan menyusui Rp1.000.000 per bulan. Beasiswa untuk tenaga kesehatan yang melanjutkan pendidikan juga disiapkan. Bupati menambahkan, Kabupaten Halmahera Tengah masih membutuhkan sekitar 13 dokter guna mengoptimalkan pelayanan.

Direktur RSUD Weda, dr. Sukri Soamole, memastikan layanan poliklinik, IGD, dan rawat inap berjalan normal. Ia menjelaskan insentif daerah yang diproses bukan gaji pokok, dengan total sekitar Rp220 juta untuk dokter PNS dan Rp250 juta untuk dokter non-ASN/kontrak.

“Ini penghargaan bagi dokter spesialis. Insya Allah segera terealisasi. Pelayanan tetap prioritas,” ujar dr. Sukri.

Rapat dihadiri dr. Arno (Bedah), dr. Selvi (Patologi Klinik), dr. Umi Yanti (Obstetri & Ginekologi), dr. Akbar (Bedah), dr. Hafzi (Penyakit Dalam), dr. Kutu (Anak), dan Kepala Dinas Kesehatan.

Dr. Umi Yanti menyampaikan apresiasi kepada Bupati Ikram atas perhatian dan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan.

Berita Lainnya