1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Kabar Baik! Beasiswa Mahasiswa Kurang Mampu Maluku Utara Naik Rp5,1 Miliar

Oleh ,

Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam bidang pendidikan dengan menaikkan anggaran beasiswa lanjut studi menjadi Rp5,1 miliar untuk tahun 2026.

Program ini ditujukan khusus bagi mahasiswa kurang mampu yang tersebar di 24 perguruan tinggi di seluruh wilayah Maluku Utara.

Kebijakan ini merupakan bagian dari visi dan misi Gubernur Sherly Laos bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe untuk memperluas akses pendidikan dan mewujudkan kesetaraan bagi seluruh masyarakat.

Alokasi tahun ini meningkat signifikan dibandingkan 2025, yang hanya sebesar Rp3 miliar. Kenaikan ini menjadi bukti perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan, terutama bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Maluku Utara, Boas Lana, menyampaikan meski Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2026 belum diterbitkan, usulan anggaran beasiswa sudah ditetapkan sebesar Rp5,1 miliar.

“Tahun 2026, kami usulkan Rp5,1 miliar untuk program beasiswa lanjut studi bagi mahasiswa kurang mampu yang tersebar di 24 perguruan tinggi di Malut,” ujar Boas kepada awak media baru-baru ini.

Boas menjelaskan, penerima beasiswa akan diprioritaskan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu berdasarkan indikator kemiskinan Badan Pusat Statistik (BPS) Malut. Proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara ketat agar bantuan tepat sasaran.

Penyaluran beasiswa direncanakan berlangsung dua kali, yakni pada semester ganjil dan genap tahun akademik 2026, dengan dana langsung ditransfer ke rekening masing-masing mahasiswa.

“Penyaluran langsung ke rekening mahasiswa. Kami menyarankan penerima membuka rekening di Bank Maluku Malut karena penyaluran dilakukan melalui BPD Maluku,” jelasnya.

Terkait besaran bantuan, Boas menambahkan nominal beasiswa akan disesuaikan dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau biaya semester di masing-masing program studi.

“Karena beasiswa ini difokuskan untuk pembayaran uang semester, besarannya akan disesuaikan dengan biaya kuliah di setiap program studi,” terangnya.

Dengan peningkatan anggaran ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap lebih banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Berita Lainnya