Pererat Kolaborasi, FOKAL IMM dan IKA PMII Sula Dorong Kebijakan Pembangunan Terintegrasi
Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) dan Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kepulauan Sula menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di Sekretariat PC IMM Kepulauan Sula, Desa Falahu, Kecamatan Sanana, Minggu, 1 Maret 2026.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat ukhuwah organisasi serta mendorong kolaborasi gerakan sosial di daerah.
Ketua IKA PMII Kepulauan Sula, Sahabudin Lumbesy, menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan antarorganisasi kepemudaan, khususnya di tengah dinamika sosial masyarakat Kepulauan Sula.
“Silaturahmi antarorganisasi pemuda sangat penting untuk menjaga ukhuwah organisasi dan memperkuat gerakan sosial di tengah masyarakat, khususnya di Kepulauan Sula,” tegas Sahabudin.
Ia menambahkan, IKA PMII dan FOKAL IMM memiliki akar historis yang kuat sebagai bagian dari dua organisasi besar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Keduanya dinilai memiliki peran strategis dalam perjalanan kebijakan nasional maupun pembangunan daerah.
“Kedua organisasi ini adalah anak kandung dari NU dan Muhammadiyah yang memiliki kedudukan penting dalam kebijakan negara. Karena itu, silaturahmi ini menjadi ruang penting untuk mendiskusikan berbagai persoalan, baik di daerah Sula maupun secara nasional,” lanjutnya.
Tak hanya mempererat hubungan kelembagaan, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
Senada dengan itu, Ketua FOKAL IMM Kepulauan Sula, Adha Buamona, menekankan bahwa berbagai persoalan daerah merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Setiap persoalan yang terjadi di daerah adalah tanggung jawab bersama semua pihak,” ujar Adha.
Menurutnya, di tengah berbagai dinamika sosial serta kebijakan efisiensi anggaran saat ini, kolaborasi antarorganisasi pemuda menjadi kebutuhan mendesak.
“Seluruh organisasi pemuda di daerah dituntut untuk mengambil peran dalam membijaki setiap problem mendasar di tengah masyarakat,” katanya.
Adha juga menegaskan bahwa silaturahmi seperti ini harus terus dirawat sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mengawal kepentingan rakyat.
“Silaturahmi serupa penting untuk menjaga dan merawat hubungan organisasi dalam mengawal setiap kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi lintas organisasi kepemudaan di Kepulauan Sula, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.