1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Wartawan Diintimidasi di GKR, PWI Ternate Kecam Sikap Official Malut United

Oleh ,

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Ternate mengecam keras dugaan intimidasi terhadap wartawan yang terjadi usai pertandingan BRI Super League antara Malut United FC melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu malam, 7 Maret 2026.

Ketua PWI Kota Ternate, Ramlan Harun, menyesalkan sikap oknum manajemen Malut United yang diduga mengintimidasi serta menghalangi kerja jurnalis saat menjalankan tugas peliputan. Tindakan tersebut dialami oleh wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan Djailani alias Bradex, yang juga merupakan pengurus PWI Kota Ternate.

“PWI Ternate mengecam keras segala bentuk upaya menghalang-halangi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Tindakan memaksa wartawan menghapus video merupakan pelanggaran kode etik dan Undang-Undang Pers,” tegas Ramlan.

Ramlan menegaskan, wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Setiap pihak yang menghambat kerja pers dapat dikenakan sanksi pidana penjara hingga dua tahun atau denda maksimal Rp500 juta. Perlindungan terhadap wartawan juga diatur dalam Standar Perlindungan Profesi Wartawan berdasarkan Peraturan Dewan Pers Nomor 05/Peraturan-DP/IV/2008.

Kronologi Insiden

Insiden dugaan intimidasi terjadi sekitar pukul 23.05 WIT, saat beberapa wartawan masih mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan menuju ruang ganti.

Seorang pria yang diduga merupakan official tim Malut United menghampiri wartawan, mempersoalkan aktivitas perekaman, dan meminta agar video dihapus sambil berteriak memprovokasi suporter.

“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriaknya.

Oknum yang sama kemudian meminta steward stadion mengusir wartawan dari area tribun, meskipun mereka telah membawa ID Card resmi peliputan BRI Super League. Situasi memanas ketika oknum manajemen membuntuti perangkat pertandingan hingga ke ruang ganti wasit. Ia sempat menggedor pintu ruang ganti dan melontarkan ancaman kepada wasit di dalam ruangan, sehingga perangkat pertandingan memilih tetap di ruang ganti selama kurang lebih satu setengah jam.

Sekitar pukul 00.20 WIT, setelah pihak kepolisian dan steward memastikan kondisi aman, perangkat pertandingan akhirnya meninggalkan stadion.

Dalam peristiwa ini, pemilik Malut United FC, David Glen Oei, sempat menegur wartawan dengan mengatakan, “Kamu dari mana? Kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami.”

PWI Ternate menegaskan bahwa setiap upaya menghalangi kerja pers, termasuk memaksa menghapus video, merupakan pelanggaran kode etik dan hukum pers, dan menuntut agar kasus ini menjadi perhatian pihak berwenang serta manajemen klub.

Berita Lainnya