1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Stabilkan Ekonomi Jelang Idul Fitri, Pemkab Halmahera Selatan Gelar High Level Meeting

Oleh ,

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Kegiatan ini digelar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri 2026 sekaligus mendorong percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

High Level Meeting berlangsung di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, Kepala Kantor Bulog Provinsi Maluku Utara, unsur Forkopimda, pimpinan perbankan, instansi vertikal, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Halsel.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menegaskan pertemuan ini merupakan forum strategis untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, khususnya menjelang momentum Idul Fitri.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Pertemuan ini penting untuk memperkuat sinergi antar-stakeholder menghadapi tantangan ekonomi dan mempercepat pelaksanaan program strategis daerah,” ujar Bassam.

Bassam menambahkan, Kabupaten Halmahera Selatan menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai indikator pembangunan, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan capaian pembangunan generasi muda sepanjang 2025.

Meski sempat terjadi kenaikan harga bahan pokok pada akhir Desember 2025 hingga pertengahan Maret 2026, saat ini harga mulai menunjukkan tren yang relatif stabil. “Berdasarkan pemantauan dashboard Indeks Perkembangan Harga (IPH), harga bahan pokok cenderung menurun karena ketersediaan stok cukup memadai,” jelasnya.

Sebagian besar kebutuhan bahan pokok di Halmahera Selatan masih dipasok dari luar daerah, seperti Manado, sejumlah kabupaten/kota tetangga, dan Surabaya. Meski begitu, distribusi logistik berjalan lancar dan stabil.

Untuk pengendalian inflasi 2026, TPID Halmahera Selatan menyiapkan lima program utama, di antaranya: pelaksanaan Gerakan Pasar Murah lima kali, program Sekolah Lapang di bidang pertanian dan perikanan, pengembangan lahan bawang merah bekerja sama dengan Bank Indonesia, serta penguatan peran kelompok tani dalam menjaga ketersediaan komoditas hortikultura.

Selain itu, Pemkab Halsel terus mendorong percepatan digitalisasi transaksi melalui TP2DD. Upaya ini terbukti meningkatkan indeks digitalisasi daerah, dari peringkat ke-56 pada 2024 menjadi peringkat ke-4 di kawasan Indonesia Timur pada 2025.

High Level Meeting ditutup dengan sesi diskusi yang membahas strategi pengendalian inflasi, penguatan distribusi bahan pokok, serta pemanfaatan teknologi digital dalam sistem transaksi pemerintah daerah, demi menjaga stabilitas ekonomi Halmahera Selatan.

Berita Lainnya