1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Banjir Rusak Rumah Warga Waisakai, Pemkab Sula Tetapkan Tanggap Darurat

Oleh ,

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari menyusul banjir yang melanda Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur.

Penetapan status tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak banjir sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah terdampak.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula, Ade Yudhistira, mengatakan masa tanggap darurat ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku dan masih memungkinkan untuk diperpanjang apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Sesuai regulasi itu 14 hari, tapi masih bisa diperpanjang,” kata Ade kepada wartawan, Sabtu, 14 Maret 2026.

Ade menjelaskan, BPBD Kepulauan Sula telah menyampaikan laporan sekaligus surat pemberitahuan kepada BPBD Provinsi Maluku Utara terkait penetapan status tanggap darurat akibat banjir yang terjadi di Desa Waisakai.

“Kami sudah sampaikan juga ke BPBD provinsi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara guna mendukung langkah-langkah penanganan banjir, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur serta pengelolaan aliran sungai.

Namun demikian, Ade mengungkapkan terdapat sejumlah kendala dalam mobilisasi dukungan dari tingkat provinsi. Hal ini dipengaruhi oleh momentum Hari Raya Idulfitri yang tinggal beberapa hari lagi.

“BPBD provinsi sudah saya sampaikan. Bukan cuma BPBD, Balai Wilayah Sungai juga sudah saya sampaikan. Cuma yang jadi kendala teman-teman di provinsi itu momen Lebaran, karena transportasi untuk pulang cukup terbatas,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan upaya penanganan darurat tetap berjalan sambil menunggu dukungan tambahan dari pemerintah provinsi maupun instansi terkait.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir yang melanda Desa Waisakai menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Arus banjir yang cukup deras juga mengakibatkan banyak perabot rumah tangga milik warga hanyut terbawa air.

Akibat peristiwa tersebut, warga terdampak sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, terutama dalam upaya pemulihan ekonomi pascabencana. Pasalnya, kerugian material yang dialami masyarakat akibat banjir tersebut dinilai cukup besar.

Berita Lainnya