Jelang Idulfitri dan Nyepi, Pemprov Maluku Utara Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Pemerintah Provinsi Maluku Utara memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi 2026.
Langkah ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di ruang rapat lantai 4 Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin, 16 Maret 2026, yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.
Rakor tersebut dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Malut.
Dalam arahannya, Sarbin menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi dua momentum besar keagamaan tersebut, terutama dari aspek keamanan, transportasi, logistik, energi, komunikasi, hingga kondisi cuaca.
“Ini agenda rutin yang sangat krusial untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin terjadi.
“Kita harus saling berbagi informasi terkait potensi gangguan, ancaman, maupun hambatan, sehingga bisa diantisipasi sejak dini,” tegasnya.
Selain itu, Sarbin menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah di Maluku Utara. Ia mengingatkan peristiwa banjir yang belum lama ini terjadi di Kabupaten Kepulauan Sula, serta cuaca buruk di beberapa daerah lainnya, sehingga perlu menjadi perhatian serius dalam langkah mitigasi.
Menghadapi Idulfitri yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat, Pemprov Malut bersama TNI/Polri dan instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Polda Maluku Utara, misalnya, telah menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik rawan.
Di sektor transportasi, ASDP dan KSOP memastikan kesiapan armada kapal guna mengantisipasi lonjakan penumpang. Sementara itu, pemerintah provinsi juga menjamin ketersediaan bahan pokok dan BBM tetap aman.
Dari sisi energi, PLN menyiagakan genset serta tim teknis untuk mengantisipasi gangguan listrik. BMKG juga terus memantau perkembangan cuaca, khususnya potensi hujan dan gelombang tinggi.
Selain itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional turut menyiapkan dukungan infrastruktur guna memastikan kelancaran arus mudik. Di sisi keagamaan, Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026 untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Pemprov Malut juga mengawal distribusi bahan pangan, termasuk telur, agar tetap tersedia di pasaran dengan harga yang terkendali.
“Penting bagi kita untuk menyiapkan mitigasi secara maksimal, baik oleh pemerintah daerah maupun instansi terkait,” pungkas Sarbin.
Usai rakor, Wakil Gubernur bersama rombongan Forkopimda melakukan peninjauan ke sejumlah posko pengamanan, di antaranya Pelabuhan Ferry Galala, Pelabuhan Speed Sofifi, hingga Posko Bundaran Kota Sofifi.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana pendukung dalam menghadapi arus mudik dan aktivitas masyarakat selama perayaan hari raya.