Diterjang Ombak Besar, Pelabuhan Wayabula Morotai Alami Kerusakan Parah
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Maluku Utara mengakibatkan Pelabuhan Penyeberangan Wayabula di Desa Bobula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, mengalami kerusakan parah.
Fasilitas vital yang selama ini menjadi akses penghubung warga menuju Kecamatan Pulau Rao itu dilaporkan rusak setelah dihantam gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter.
Pantauan halmaherapost.com, Rabu, 18 Maret 2026, ombak besar terus menggempur area pelabuhan. Material seperti kayu, batu, dan pasir terbawa arus hingga menumpuk di atas permukaan pelabuhan. Kondisi ini menyebabkan bagian konstruksi, khususnya di antara tiang pancang dan talud penahan ombak, mengalami patah dan kerusakan serius.
Seorang warga Desa Wayabula, Ota, mengatakan kerusakan ini dipicu oleh kuatnya gelombang laut saat musim angin utara.
“Pelabuhan patah di bagian antara tiang pancang dan talud. Ini terjadi sejak kemarin karena pengaruh musim utara. Di sini memang sudah langganan ombak besar setiap musim angin utara,” ujarnya.
Ia menambahkan, kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu dan sempat diperbaiki, namun kini pelabuhan kembali rusak akibat terjangan ombak yang sangat kuat.
Saat ini, pelabuhan tersebut sudah lama tidak difungsikan, baik oleh warga maupun taksi laut yang melayani rute ke Pulau Rao. Aktivitas sandar kapal pun telah dialihkan ke kawasan Taman Wayabula yang dinilai lebih aman dari terpaan gelombang.
Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Fahmi Bachdar, mengungkapkan bahwa kondisi gelombang tinggi di wilayah Morotai masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Untuk wilayah Morotai, tinggi gelombang masih berada di atas 2 meter dan berpotensi meningkat hingga tiga hari ke depan. Ini merupakan dampak dari sistem tekanan rendah di wilayah tenggara Indonesia,” jelas Fahmi.
Ia menambahkan, fenomena tersebut berkaitan dengan aktivitas Siklon Tropis Narelle yang terpantau di wilayah tenggara Papua.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di laut.
Adapun tinggi gelombang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan, antara lain Perairan Ternate, Perairan Barat Bacan, Perairan Barat Daya Obi, Perairan Timur Sanana, Perairan Utara Taliabu, Perairan Barat Laut Obi, Perairan Timur Obi, Teluk Kao, Perairan Barat Kayoa, Perairan Timur Laut Obi, Perairan Tenggara Obi, dan Perairan Utara Mangole.
Sementara itu, gelombang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, berpeluang terjadi di Perairan Barat Morotai, Perairan Timur Laut Morotai, Perairan Kepulauan Loloda, Perairan Timur Kepulauan Halmahera, serta Perairan Gebe dan sekitarnya.