1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Lingkungan

Fakawele Gerakkan Anak Muda Sagea, Kampung dan Lingkungan Menjadi Prioritas

Oleh ,

Perkumpulan Fakawele terus mendorong peran generasi muda dalam menjaga kampung dan lingkungan hidup melalui kegiatan Sekolah Relawan Kampung (SRK).

Kegiatan yang berlangsung di Stasiun Belajar Fakawele, Sagea, pada 14–17 Maret 2026 ini menjadi ruang belajar bagi remaja dan pemuda untuk memperkuat pengetahuan serta keterlibatan mereka dalam isu-isu lingkungan dan sosial di tingkat kampung.

Penanggung jawab kegiatan, Syarul Ahdani, mengatakan bahwa SRK merupakan program rutin yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas kaum muda agar lebih peduli dan berperan aktif dalam menjaga masa depan kampung.

“Sekolah Relawan Kampung adalah ruang belajar bersama untuk memperkuat pengetahuan, kepedulian, dan keterlibatan kaum muda dalam menjaga lingkungan serta masa depan kampung mereka,” ujar Syarul.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran, diskusi interaktif, hingga kegiatan lapangan (field trip). Sejumlah materi yang dibahas meliputi sejarah lokal, isu lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, serta peran strategis pemuda dalam komunitas.

Salah satu peserta, Haikal, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut, terutama dalam memahami sejarah kampung yang sebelumnya belum ia ketahui secara mendalam.

“Terasa sangat berkesan karena kami belajar banyak hal. Misalnya tentang sejarah kampung yang sebelumnya belum kami ketahui, sekarang jadi lebih paham,” katanya.

Ia juga mengajak remaja lainnya untuk ikut serta dalam kegiatan serupa di masa mendatang.
“Pokoknya seru, bermanfaat, dan menambah ilmu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perkumpulan Fakawele, Adlun Fiqri, menegaskan bahwa Sekolah Relawan Kampung merupakan salah satu program utama organisasi yang terus dikembangkan setiap tahun.

Menurutnya, penguatan kapasitas generasi muda menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di kampung.

“Kami memiliki tiga program utama, yaitu peningkatan kapasitas masyarakat, pemantauan ekosistem dengan pendekatan citizen science, serta kampanye dan advokasi perlindungan lingkungan di Sagea,” jelas Adlun.

Ia menambahkan bahwa ke depan SRK akan terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai kampung agar dampaknya semakin luas.

Melalui kegiatan ini, Fakawele berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kesadaran dan keberanian untuk mengambil peran dalam menjaga kampung, melindungi lingkungan, serta memastikan keberlanjutan kehidupan di Sagea.

Berita Lainnya