1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Agenda

Komunitas Dua Kota Bersatu di Tidore, Ayah Erik dan RM Duduk Satu Meja

Oleh ,

Komunitas kreatif dari Ternate dan Tidore bakal dipertemukan dalam satu panggung kolaboratif melalui event “Legendiary Chapter 01” di Legend House.

Menariknya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen atau sapaan akrab Ayah Erik dan Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly atau RM dijadwalkan duduk satu meja bersama pelaku komunitas.

Kegiatan yang akan berlangsung pada 22–23 Maret 2026 ini mengusung konsep pertunjukan komunitas yang dikemas dalam beragam penampilan seni, mulai dari musik hingga stand up comedy, serta sesi diskusi interaktif.

Owner Legend House, Siti Faya Ila, mengatakan momentum Lebaran dimanfaatkan sebagai ruang temu bagi komunitas kreatif dari dua kota dengan karakter yang berbeda.

“Lebaran kali ini bakal seru karena kami mempertemukan komunitas dari Ternate dan Tidore dalam satu panggung kolektif,” ujar Faya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari upaya memperpanjang napas gerakan komunitas yang selama ini tumbuh dari gigs kecil di sejumlah kedai kopi di Tidore.

Ia menjelaskan, geliat komunitas lokal mulai berkembang melalui berbagai inisiatif gigs di kedai kopi, salah satunya Cafe Nitiprayan di kawasan Taman Rayan. Legend House, kata dia, juga mendorong ruang serupa melalui konsep gigs “Legendiary”.

“Ke depan kami ingin setiap kedai kopi punya identitas gigs sendiri sebagai ruang ekspresi komunitas,” katanya.

Sejumlah musisi dan penampil lokal Maluku Utara dijadwalkan meramaikan panggung, di antaranya Bokinana Family, Presiden Tidore, Akbar Darul (stand up comedy), Badbad Onk, dan Ririe Fachrie.

Tak hanya itu, event ini juga menghadirkan sesi diskusi yang mempertemukan sejumlah tokoh dan pelaku komunitas. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, yang akrab disapa Ayah Erik, akan duduk satu meja bersama Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly (RM) dalam forum dialog tersebut.

Selain talk session, pengunjung juga akan disuguhkan sesi “bacarita” bersama para owner kedai kopi di Tidore, seperti Nitiprayan, Legend House, dan Tong Coffee, yang berbagi pengalaman dalam membangun ruang kreatif berbasis komunitas.

Faya berharap, melalui “Legendiary Chapter 01”, setiap individu yang terlibat maupun hadir dapat menemukan ruang untuk berkembang sekaligus meninggalkan jejak kreatifnya.

“Kami tentu berterima kasih kepada para pendukung acara ini, yakni Gekrafs Tidore, Wild House, Meus, Rumah Tua Art, Ruang Tengah, Inkubator Space, Music Corner, dan lainnya,” ujarnya.

Ia pun menutup dengan harapan sederhana namun bermakna.

“Kami berharap, setiap orang yang datang bisa menjadi legenda untuk dirinya sendiri,” pungkasnya.

Berita Lainnya