Layanan
Tantangan Pulau Terluar Teratasi: Ambulans Laut Andalan BAHIM Lakukan Evakuasi Perdana
Ambulans laut Andalan BAHIM (Batang Dua, Hiri, dan Moti) resmi menjalankan misi perdananya dengan mengevakuasi pasien rujukan dari Pulau Moti, salah satu wilayah pulau terluar di Kota Ternate.
Pasien pertama yang dievakuasi adalah seorang anak perempuan berusia 6 tahun dari Kelurahan Moti Kota, Kecamatan Moti. Sebelumnya, pasien mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Perawatan Moti sebelum dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate untuk penanganan lebih lanjut.
Anak tersebut tiba di Unit Gawat Darurat (UGD) sekitar pukul 17.35 WIT dalam kondisi darurat, mengalami sesak napas dan pucat akibat dugaan keracunan obat MDT. Menyikapi kondisi kritis ini, tenaga kesehatan segera mengevakuasi pasien menggunakan ambulans laut untuk mempercepat akses pelayanan medis lanjutan.
Proses evakuasi dipandu oleh tim tenaga kesehatan yang terdiri dari Ishak Djuma, S.Kep., dan Karmilawati Malawat, Amd.Kep., yang mendampingi pasien sepanjang perjalanan dari Pulau Moti menuju Kota Ternate.
Kehadiran ambulans laut Andalan Bahim dianggap solusi strategis untuk mengatasi tantangan geografis wilayah kepulauan, khususnya dalam penanganan kasus kegawatdaruratan yang membutuhkan rujukan cepat, aman, dan terintegrasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, menyampaikan bahwa layanan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil.
“Layanan ambulans laut Andalan Bahim ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam memastikan pelayanan kesehatan yang cepat dan merata. Evakuasi perdana ini menjadi langkah awal penting dalam memperkuat sistem rujukan, sehingga pasien dari pulau terluar dapat segera memperoleh penanganan di fasilitas kesehatan rujukan,” ujar dr. Fathiyah.
Ia menambahkan, kehadiran ambulans laut diharapkan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan kesehatan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Dengan terlaksananya evakuasi perdana ini, sistem rujukan di Kota Ternate diharapkan semakin responsif, efektif, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala jarak maupun kondisi geografis.