1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Gubernur Sherly Dukung Permenkomdigi, Dorong Perlindungan Anak di Ruang Digital

Oleh ,

Gubernur Sherly menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah melalui Permenkomdigi No. 9 Tahun 2026 yang mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Regulasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam melindungi generasi muda dari dampak negatif ruang digital.

Sherly menyoroti fenomena yang kini semakin umum terjadi, di mana anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar tanpa aktivitas yang produktif.

“Saya melihat seorang anak duduk diam, menatap layar cukup lama. Bukan belajar, bukan bermain, hanya scroll tanpa henti. Kelihatannya biasa, tapi di balik itu ada sesuatu yang sedang terbentuk—cara dia melihat diri dan menilai hidup,” ujar Sherly.

Menurutnya, anak-anak saat ini tumbuh di lingkungan digital yang belum sepenuhnya aman. Paparan konten yang tidak sesuai usia, standar hidup semu di media sosial, hingga interaksi yang berpotensi melukai secara verbal menjadi ancaman nyata bagi perkembangan mental mereka.

Ia menegaskan, dampak dari kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Sejumlah persoalan seperti kecemasan, menurunnya fokus belajar, hingga rasa tidak percaya diri mulai banyak dialami anak-anak akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.

“Ini bukan sekadar soal teknologi, tapi soal kesehatan mental dan masa depan generasi kita,” tegas Sherly.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran regulasi tersebut bukan untuk membatasi kebebasan anak, melainkan sebagai bentuk perlindungan agar mereka tidak terlalu dini terpapar risiko dunia digital.

“Permenkomdigi ini hadir bukan untuk melarang, tapi untuk melindungi, dengan menunda akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun,” jelasnya.

Sherly juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di era digital. Menurutnya, pengawasan dan kehadiran orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk karakter anak di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

“Kepada anak-anak kita, kalian lebih dari sekadar like dan views. Kalian jauh lebih berharga dari itu. Dan kepada para orang tua, anak-anak kita butuh kehadiran kita setiap hari,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda agar tidak kehilangan arah di tengah arus digitalisasi.

“Mari kita jaga mereka, sebelum dunia digital membentuk mereka tanpa arah,” pungkasnya.

Berita Lainnya