1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Gempa

Kenaikan Air Laut Capai 0,35 Meter di Maluku Utara, Warga Diimbau Waspada

Oleh ,

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kenaikan permukaan air laut di sejumlah wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara usai gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 magnitudo, Kamis, 2 April 2026 pagi.

Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami Rahmat Triyono mengungkapkan, hasil pemantauan alat ukur muka air laut (tide gauge) menunjukkan adanya anomali kenaikan permukaan air di beberapa titik.

“Di Halmahera Barat tercatat kenaikan 0,30 meter pada pukul 06.08 WIB, kemudian di Bitung 0,20 meter pada pukul 06.15 WIB,” jelasnya.

Selain itu, kenaikan muka air laut juga terdeteksi di Sidangoli sebesar 0,35 meter, di Minahasa Utara mencapai 0,75 meter, serta di Belang sebesar 0,68 meter.

Gempa yang memicu fenomena ini terjadi pada pukul 05.48.14 WIB di wilayah laut, tepatnya di barat daya Pulau Batang Dua, Ternate. BMKG mencatat magnitudo gempa mencapai M7,6 dengan kedalaman 33 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT, atau sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung. Berdasarkan analisis, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Di Ternate, intensitas mencapai V–VI MMI, sementara di Manado mencapai IV–V MMI. Getaran juga dirasakan hingga wilayah Gorontalo dan sekitarnya dengan skala lebih rendah.

BMKG menegaskan, gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami. Status SIAGA ditetapkan untuk wilayah Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, serta sebagian wilayah Minahasa Selatan. Sementara status WASPADA berlaku untuk Kepulauan Sangihe dan sebagian wilayah Bolaang Mongondow.

Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 11 kali gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, agar tetap waspada dan segera menjauhi pantai menuju tempat yang lebih tinggi. Warga juga diminta mengikuti arahan resmi pemerintah daerah dan hanya mempercayai informasi dari kanal resmi BMKG.

Berita Lainnya