Pulihkan Warga, Dinkes Halmahera Tengah Buka Layanan Kesehatan di Sibenpopo
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah terus mengintensifkan upaya pemulihan pasca konflik di Desa Sibenpopo dengan menghadirkan layanan kesehatan terpadu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) yang dipusatkan di gereja desa setempat, Senin, 6 April 2026.
Kehadiran layanan ini menjadi bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga, baik fisik maupun psikis, seiring situasi yang mulai kondusif.
Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, serta dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan jajaran Dinas Kesehatan yang turut meninjau langsung kesiapan layanan di lapangan.
Untuk mendukung pelayanan maksimal, Dinkes Halmahera Tengah mengerahkan sekitar 40 tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas yang terdiri dari tujuh dokter umum, satu dokter gigi, dokter spesialis dari RSUD, serta didukung tenaga kesehatan lainnya seperti perawat, bidan, apoteker, tenaga promosi kesehatan (promkes), dan ahli gizi.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Tengah, Aidin Abdurahman, menegaskan bahwa layanan ini dilakukan dengan pendekatan jemput bola agar seluruh masyarakat dapat terlayani secara menyeluruh, sehingga kondisi kesehatan warga dapat terpantau pasca kejadian.
“Layanan kesehatan ini dibuka untuk memastikan semua warga Desa Sibenpopo mendapatkan pemeriksaan, sehingga kondisi kesehatan mereka bisa terpantau pasca kejadian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Basuki R. Saleh, mengingatkan seluruh tenaga medis agar mengedepankan profesionalitas dan nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas, dengan tetap fokus pada pemulihan kesehatan masyarakat tanpa membeda-bedakan.
“Kami minta seluruh tim bekerja dengan penuh dedikasi, tanpa membeda-bedakan. Fokus kita adalah pemulihan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah daerah memastikan layanan kesehatan ini tidak bersifat sementara, melainkan akan terus disiagakan selama beberapa hari ke depan hingga seluruh warga mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang memadai.
Upaya ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial di Desa Sibenpopo pasca konflik.