1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Widi Didorong Jadi “Mercusuar” Pariwisata, Nazlatan: Jangan Rusak Ekologi

Oleh ,

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba, mendorong pemerintah daerah mengembangkan Kepulauan Widi sebagai destinasi unggulan berbasis ekologi dan berkelanjutan.

Pernyataan itu disampaikan Nazlatan kepada wartawan di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Jumat, 10 April 2026. Ia menilai Widi memiliki daya tarik besar dan bahkan telah mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata. Namun, pengembangannya tidak boleh dilakukan secara serampangan.

“Widi ini punya potensi luar biasa. Tapi pengembangannya harus dirancang dengan konsep yang melindungi ekologi. Bahkan bisa dijadikan laboratorium riset untuk berbagai ekosistem di sana,” katanya.

Nazlatan menjelaskan, pendekatan keberlanjutan menjadi kunci karena kondisi geografis Widi yang terdiri dari pulau-pulau kecil dengan jumlah penduduk terbatas. Beberapa pulau seperti Kapuraca dan Daga, menurutnya, harus masuk dalam perencanaan terpadu, termasuk wilayah pesisir seperti Bisui, Matuting, dan Karangarangan.

Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh terburu-buru mempromosikan wisata tanpa memastikan kesiapan infrastruktur dasar. Ketersediaan air bersih, layanan kesehatan, hingga fasilitas penginapan seperti homestay harus lebih dulu dipenuhi.

“Kalau bicara pariwisata, jangan langsung promosi. Infrastruktur dasar harus siap dulu. Akses transportasi juga harus jelas, apakah kapal phinisi atau speed boat dengan jadwal yang pasti,” tegasnya.

Selain itu, Nazlatan juga menyinggung persoalan illegal fishing yang hingga kini masih menjadi ancaman serius di kawasan tersebut. Aktivitas ini dinilai dapat merusak ekosistem laut sekaligus menghambat pengembangan sektor perikanan dan pariwisata.

Karena itu, ia mendorong adanya sinergi lintas sektor, terutama dengan Komisi II DPRD yang membidangi perikanan dan pariwisata, guna memastikan pengelolaan Widi berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sebagai pendiri komunitas Widikostal, Nazlatan mengaku terus mengawal arah kebijakan pengembangan Widi. Ia menyebut, pihaknya telah menyiapkan berbagai kajian dan rekomendasi, termasuk dalam bentuk buku yang memuat data serta konsep pengelolaan kawasan tersebut.

Ia juga mengingatkan agar investor yang masuk ke Widi tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi turut berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat lokal serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Tren pariwisata dunia sekarang itu ke arah keberlanjutan, zero emission, dan pelestarian alam. Ini justru peluang besar bagi Widi untuk menarik wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Lebih jauh, Nazlatan menilai Maluku Utara perlu segera melakukan diversifikasi ekonomi. Ketergantungan pada sektor pertambangan, kata dia, harus diimbangi dengan penguatan sektor lain seperti perikanan, pertanian, dan pariwisata.

“Kalau Widi dikembangkan dengan konsep yang tepat, ini bisa jadi destinasi internasional. Bahkan menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi wisata lain di Halmahera Selatan,” pungkasnya.

Berita Lainnya