1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Gubernur Sherly ke Menteri Bahlil di Musda Golkar: DBH Jangan Dipotong, Dorong Hilirisasi

Oleh ,

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos menyampaikan sejumlah pesan penting kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Menteri, dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Partai Golkar Maluku Utara yang digelar di Bela Hotel, Minggu, 12 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sherly menyampaikan selamat datang kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia beserta jajaran pengurus pusat dan daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Sherly mengungkapkan bahwa Maluku Utara saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan mencapai sekitar 34 persen. Namun, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Ia menegaskan bahwa ketimpangan masih menjadi tantangan utama di tengah kekayaan sumber daya alam yang besar di wilayah tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi kita tinggi, tetapi masih banyak keluhan masyarakat karena belum merasakan pemerataan,” ujarnya.

Selain itu, Sherly juga menyoroti kebijakan fiskal daerah, terutama pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang dinilai berdampak signifikan terhadap kemampuan pembangunan daerah.

Ia menyebutkan, total pengurangan anggaran yang dialami 10 kabupaten/kota bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara mencapai sekitar Rp3,5 triliun.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada pelaksanaan program pembangunan, khususnya infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan yang masih sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah kepulauan.

“Oleh karena itu, kami berharap ke depan, khususnya pada tahun anggaran 2027, skema DBH tidak kembali dipotong,” tegasnya.

Dalam forum yang sama, Sherly juga menyoroti potensi pengurangan tenaga kerja di sejumlah kawasan industri. Ia menilai hal tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan kebijakan hilirisasi industri.

Ia mendorong agar pemerintah pusat dapat memperkuat kebijakan hilirisasi, termasuk kewajiban pengembangan industri turunan dari feronikel seperti pabrik stainless steel, yang dinilai mampu membuka lebih banyak lapangan kerja di Maluku Utara.

“Kami sangat membutuhkan dukungan, kolaborasi, dan kebijakan yang berpihak agar Maluku Utara tidak hanya kaya sumber daya, tetapi juga kaya manfaat bagi masyarakatnya,” pungkas Sherly.

Berita Lainnya