1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Dorong Indeks Harmoni 2026, Pemprov Maluku Utara Perkuat Kerukunan Sosial

Oleh ,

Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat komitmen menjaga kerukunan sosial melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Persiapan dan Mekanisme Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Muara Hotel, Ternate, Kamis, 16 April 2026 ini dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kadri La Etje, mewakili Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Malut, Armin Zakaria, Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan (Eksosbud Agama dan Ormas), Rachmad, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemerintah Kota Ternate.

Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Kadri, ditegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan dirawat secara kolektif.

“Harmoni dalam keberagaman adalah kunci utama menciptakan masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera. IHaI bukan sekadar angka, tetapi instrumen strategis untuk mengukur tingkat toleransi, kerukunan beragama, dan keterpaduan sosial,” ujar Kadri.

Pemprov Malut juga menyoroti capaian Indeks Harmoni Indonesia tahun 2025 yang belum memenuhi target yang ditetapkan. Hal ini menjadi catatan penting sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas kerukunan di tahun 2026.

Karena itu, tahun 2026 dicanangkan sebagai momentum penguatan ikatan sosial dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat umum.

“Pertentangan atas perbedaan bukan jati diri kita. Kita semua adalah saudara yang hidup dari tanah dan air yang sama,” tegasnya.

Kadri menambahkan, pengukuran IHaI memiliki peran penting sebagai basis data dalam penyusunan kebijakan daerah, khususnya di sektor sosial, budaya, ekonomi, dan kebangsaan. Selain itu, indeks ini juga berfungsi sebagai sistem deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial di tengah masyarakat.

Pemprov Malut berharap, hasil pengukuran IHaI tahun 2026 mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat serta menjaga stabilitas pembangunan di daerah.

Mengakhiri sambutan, Kadri mengajak seluruh pihak untuk kembali menguatkan nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dunia yang damai berawal dari sikap saling menghargai. Mari kita jaga dan pupuk harmonisasi demi kemajuan Negeri Moloku Kie Raha,” pungkasnya.

Berita Lainnya