Pertemuan Gubernur Sherly–Dubes Korea, Fokus Hilirisasi dan Kesejahteraan
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat kerja sama internasional dalam rangka mendorong hilirisasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan Gubernur Sherly Laos dengan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Jakarta.
Pertemuan ini membahas penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor prioritas, di antaranya pertambangan, energi, perikanan, dan pariwisata. Fokus utama diarahkan pada percepatan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan nilai tambah daerah, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas peran investasi perusahaan asal Korea Selatan, POSCO, yang terlibat dalam pengembangan industri pengolahan nikel melalui skema joint venture di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park.
Pemerintah Provinsi menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim investasi yang kondusif, transparan, dan akuntabel, termasuk kepastian perizinan berusaha, perlindungan lingkungan hidup, serta pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan daerah.
Gubernur Sherly Tjoanda menekankan bahwa setiap investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi daerah.
“Pemerintah daerah mendorong investasi yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas investasi serta memastikan seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan kerja sama antara Korea Selatan dan Maluku Utara, sekaligus mempertegas posisi Maluku Utara sebagai salah satu kawasan strategis pengembangan industri berbasis sumber daya alam di Indonesia.