Proyek Jalan Nasional di Morotai Dimulai Pertengahan 2026, Ini Titiknya
Peningkatan infrastruktur jalan nasional di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dipastikan mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2026.
Sejumlah ruas strategis, terutama di pusat Kota Daruba, menjadi prioritas dalam proyek tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Morotai, Fahmi Usman, mengatakan saat ini proyek telah memasuki tahap kontrak oleh pihak balai jalan nasional. Bahkan, tahapan awal berupa pengukuran lapangan sudah dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Balai sudah berkontrak. Paling lambat Mei atau Juni 2026 pekerjaan sudah mulai dikerjakan,” ujar Fahmi, Kamis, 30 April 2026.
Menurutnya, sekitar lima hari sebelumnya, PPK dari balai jalan nasional telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengukuran pada sejumlah ruas yang menjadi prioritas peningkatan.
Adapun titik pekerjaan dalam Kota Daruba meliputi ruas Bandara menuju Wawama, ruas Gotalamo hingga Kampung Cina, serta ruas Darame sampai depan Kantor Samsat.
Tak hanya di dalam kota, proyek jalan nasional ini juga menyasar sejumlah ruas lain di Pulau Morotai. Di antaranya ruas Daruba, Kecamatan Morotai Selatan menuju Sangowo, Kecamatan Morotai Timur; ruas Bere-bere, Kecamatan Morotai Utara hingga Sopi, Kecamatan Morotai Jaya; serta ruas Daruba menuju Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat.
Khusus untuk ruas Daruba–Wayabula, penanganan yang dilakukan berupa reservasi jalan nasional sebagai bagian dari rencana pengembangan jaringan jalan ke depan.
Fahmi menegaskan, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan balai jalan dan jembatan guna memastikan seluruh rencana peningkatan dan reservasi jalan nasional di Morotai berjalan sesuai target.
“Kami terus berkoordinasi agar semua rencana ini bisa terealisasi dengan baik,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku belum dapat merinci total anggaran proyek tersebut karena masih dalam proses kontrak.
Pemerintah daerah berharap, peningkatan jalan nasional ini mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Morotai, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.