1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Maluku Utara dan Kedubes Singapura Jajaki Investasi serta Penguatan SDM ASN

Oleh ,

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia, khususnya di bidang investasi dan penguatan sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN).

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Pemprov Maluku Utara dan Sekretaris Pertama Bidang Politik Kedubes Singapura, Mr. Vickland Malik, yang berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Ex-Crysant, Ternate, Rabu, 20 Mei 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan produktif, serta dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, jajaran pimpinan OPD, Wakil Wali Kota Ternate, serta sejumlah perangkat daerah terkait seperti Bappeda, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Sosial, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, dan Kesbangpol.

Dalam kesempatan itu, pihak Kedubes Singapura menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas respons cepat dalam membantu proses evakuasi warga negara Singapura yang mengalami insiden saat pendakian di Gunung Dukono, Halmahera Utara beberapa waktu lalu.

Apresiasi tersebut menjadi awal pembahasan kerja sama yang lebih luas antara kedua pihak.

Sekprov Maluku Utara dalam pertemuan itu menegaskan bahwa daerah kini mendorong pola investasi yang lebih terintegrasi dan kolaboratif. Investor tidak hanya diharapkan menanamkan modal, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan serta pengembangan potensi daerah.

Sektor prioritas yang ditawarkan meliputi pariwisata, pertanian, hilirisasi nikel, serta penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ia juga menekankan posisi strategis Ternate sebagai simpul konektivitas wilayah timur Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Menanggapi hal tersebut, Mr. Vickland Malik menyampaikan komitmen Pemerintah Singapura untuk memperkuat kerja sama melalui Singapore Cooperation Programme (SCP), yang berfokus pada peningkatan kapasitas ASN Indonesia.

Program ini mencakup pelatihan di berbagai bidang seperti tata kelola pemerintahan, manajemen keuangan publik, regulasi investasi, pendidikan, dan kesehatan.

“Tahun lalu sekitar 800 ASN Indonesia mengikuti program ini, dan tahun ini ditargetkan 1.000 peserta. Namun dari Maluku Utara masih belum ada peserta yang terdata,” ujarnya.

Ia berharap ke depan ASN Maluku Utara dapat berpartisipasi aktif dalam program tersebut guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat iklim investasi daerah.

Lebih lanjut, pihak Kedubes Singapura juga menyampaikan rencana kunjungan Duta Besar Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia bersama delegasi pengusaha ke Maluku Utara dalam waktu dekat.

Kunjungan tersebut akan difokuskan pada penguatan kerja sama konkret serta pertemuan dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, untuk merumuskan program kerja sama yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat publikasi potensi daerah melalui media dan platform digital, guna meningkatkan daya tarik investasi serta pariwisata Maluku Utara di tingkat internasional.

Kedua pihak menyatakan optimisme bahwa kerja sama ini akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas SDM di Maluku Utara.

Berita Lainnya