Sepakbola
Magfir Udin, Talenta Malut Selection yang Tajam Bersama Dewa United di EPA U-16
Pemain muda asal SSB Tunas Retox Toseho, Kecamatan Oba, Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Magfir Udin, sukses mencuri perhatian di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-16 musim 2025-2026.
Talenta binaan Malut Selection itu tampil tajam bersama Dewa United Banten FC U-16 dengan torehan 24 gol dan menempati posisi kedua daftar top skor.
Torehan tersebut membuatnya hanya terpaut dua gol dari Ichiro Akbar dari Bhayangkara FC yang memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan 26 gol.
Pemain kelahiran tahun 2010 yang sempat memperkuat PSBS Biak U-16 musim 2024-2025 itu dikenal sebagai winger eksplosif yang memiliki kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, serta naluri mencetak gol yang kuat. Selain tajam di lini depan, Magfir juga kerap menjadi andalan tim dalam skema bola mati dan kontribusi assist.
Perjalanan Magfir menuju panggung nasional tidak lepas dari kiprahnya bersama Malut Selection, program pembinaan sepak bola usia muda di bawah binaan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos.
Pada 2024, Magfir mengikuti seleksi pemain muda yang diselenggarakan Yayasan Bela Peduli untuk menjaring talenta potensial asal Maluku Utara. Dari hasil seleksi tersebut, tim pelatih merekomendasikan empat pemain muda potensial untuk memperkuat Garudayaksa FA pada ajang BLISPI Youth Cup Nasional yang berlangsung di Semarang pada 5–8 September 2024.
Empat pemain tersebut yakni M. Fatturrahman Soleman dari SSB Tunas Palapa Ternate, Fajrin Nasrun dari SSB Gamalama Sinar Utara Ternate, Magfir Udin dari SSB Tunas Retox Toseho, serta Thezart Alfaris Fahmi Putra asal Bicoli, Maba Selatan, Halmahera Timur.
Dalam turnamen tersebut, Garudayaksa FA berhasil melaju hingga babak final. Magfir tampil sebagai salah satu pemain inti saat menghadapi Sulawesi Selatan di partai puncak.
Tidak berhenti sampai di situ, Magfir kembali menunjukkan kualitasnya pada Turnamen Sepak Bola Nasional Piala Menpora U-14 di Sawangan, Depok, pada 27–29 September 2024. Pada ajang itu, ia berhasil keluar sebagai top skor dengan torehan tujuh gol dan membawa Garudayaksa FA finis sebagai runner-up.
Prestasi yang diraih Magfir menjadi bukti bahwa Maluku Utara memiliki banyak talenta muda potensial yang mampu bersaing di level nasional. Di usia yang masih sangat muda, Magfir dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menembus level sepak bola profesional Indonesia di masa mendatang.