1. Beranda
  2. Agraria
  3. Headline

Dugaan Casis Tak Penuhi Syarat Tinggi Badan Warnai Seleksi Akpol Maluku Utara

Oleh ,

Proses seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Maluku Utara kembali menjadi sorotan. Seorang calon siswa (casis) asal Polres Ternate berinisial HB diduga tidak memenuhi syarat tinggi badan saat mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan kedua (Rikkes II).

Informasi yang beredar menyebutkan tinggi badan casis tersebut berada di bawah standar yang dipersyaratkan dalam seleksi Akpol. Dugaan itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai proses verifikasi awal, mengingat peserta bersangkutan telah lolos hingga mengikuti tahapan lanjutan.

Sorotan publik pun mengarah pada konsistensi penerapan standar rekrutmen Polri yang selama ini mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).

Jika syarat tinggi badan menjadi salah satu indikator utama dalam seleksi, maka muncul pertanyaan mengapa peserta yang diduga tidak memenuhi ketentuan dapat melanjutkan hingga tahap Rikkes II.

Kondisi tersebut memantik diskusi mengenai efektivitas proses pemeriksaan administrasi dan verifikasi awal yang dilakukan pada tingkat panitia seleksi daerah. Sejumlah pihak menilai, ketelitian dalam tahap awal sangat penting untuk mencegah munculnya polemik yang dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen.

Namun demikian, dugaan tersebut dibantah oleh Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun. Ia menegaskan bahwa informasi yang menyebut peserta tidak memenuhi syarat tinggi badan tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan panitia seleksi.

“Semua calon Taruna memenuhi tinggi minimal 165,” kata Stephen saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, seleksi Taruna Akpol memiliki standar pemeriksaan yang sangat ketat. Bahkan, pengukuran tinggi badan dilakukan berulang kali untuk memastikan hasil yang diperoleh benar-benar akurat.

“Untuk Akpol sangat ketat sampai berkali-kali. Hanya diduga, ternyata setelah dites empat kali memenuhi syarat. Dan semua nilainya di atas rata-rata,” ujarnya.

Stephen juga memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung secara terbuka dan dapat diawasi oleh berbagai pihak, termasuk pengawas eksternal yang dilibatkan dalam proses rekrutmen.

“Semua tes transparan kok dan terbuka. Informasi nggak akurat itu bro,” tambahnya.

Berita Lainnya