Hari Pertama Sekolah, Gubernur Sherly Ajak Orang Tua Antar Anak Menuju Masa Depan

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos bersama para siswa. Foto: Irin

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengajak seluruh orang tua meluangkan waktu mengantar anak-anak mereka pada hari pertama masuk sekolah.

Menurutnya, momen tersebut bukan sekadar rutinitas mengantar ke sekolah, tetapi bentuk dukungan emosional yang akan membangun kepercayaan diri anak sekaligus menjadi langkah awal mengantarkan mereka menuju masa depan.

Ajakan itu disampaikan Sherly melalui video yang diunggah di media sosial menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Ia menilai, hari pertama sekolah merupakan fase penting dalam kehidupan seorang anak karena menjadi awal memasuki lingkungan baru yang akan membentuk karakter dan masa depannya.

"Hari pertama sekolah adalah langkah kecil seorang anak memasuki dunia yang lebih besar. Pada langkah pertama itu, mereka membutuhkan wajah yang paling mereka percaya, yaitu ayah dan ibunya," kata Sherly.

Menurutnya, kehadiran orang tua di hari pertama sekolah memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar mengantar hingga gerbang sekolah. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan emosional yang membuat anak merasa aman, dihargai, dan lebih percaya diri menghadapi pengalaman baru.

"Melalui kehadiran orang tua, anak akan merasa tidak sendiri dan yakin bahwa mereka mampu melangkah meraih masa depan," ujarnya.

Sherly juga mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara untuk mendukung gerakan "Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah". Menurutnya, keterlibatan ayah dan ibu sejak awal pendidikan akan memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan kebijakan khusus kepada aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemprov Malut yang memiliki anak memulai jenjang pendidikan baru.

Melalui kebijakan itu, ASN dan pegawai diperbolehkan datang terlambat ke kantor pada dihari pertama masuk sekolah agar dapat mengantar anak mereka ke sekolah sebelum menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Sherly mengatakan, pekerjaan masih bisa diselesaikan pada waktu lain, tetapi kesempatan mendampingi anak di hari pertama sekolah merupakan pengalaman yang hanya terjadi sekali dan akan selalu dikenang.

"Anak-anak mungkin akan lupa pelajaran di hari pertama atau siapa teman sebangkunya, tetapi mereka akan selalu mengingat siapa yang menggenggam tangannya ketika mulai berani melangkah," tuturnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang memulai tahun ajaran baru. Ia berharap anak-anak Maluku Utara tumbuh menjadi generasi yang berani belajar, berani bermimpi, serta mampu meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

"Jangan hanya mengantar anak ke sekolah, tetapi antarkan mereka menuju masa depan," pungkasnya.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga