Gempa dan Peringatan Tsunami Picu Kepanikan di Kantor Bupati Morotai
Aktivitas pemerintahan di Kantor Bupati Pulau Morotai mendadak terganggu setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut, Senin, 8 Juni 2026.
Guncangan yang terjadi sekitar pukul 08.43 WIT itu membuat puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang bekerja panik dan berhamburan keluar dari gedung kantor untuk menyelamatkan diri.
Saat gempa terjadi, para pegawai tengah menjalankan aktivitas rutin di ruang kerja masing-masing. Namun, guncangan yang terasa cukup kuat membuat mereka segera meninggalkan ruangan dan mencari area terbuka yang dianggap lebih aman.
Suasana semakin mencekam ketika informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Maluku Utara.
Kondisi itu membuat banyak ASN memilih bertahan di halaman Kantor Bupati sambil memantau perkembangan informasi terbaru. Beberapa pegawai terlihat menghubungi keluarga dan kerabat untuk memastikan kondisi mereka pascagempa.
Momen kepanikan tersebut juga sempat terekam dan beredar melalui media sosial maupun status WhatsApp. Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat para pegawai bergegas meninggalkan gedung kantor sesaat setelah guncangan dirasakan.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, hingga beberapa jam setelah kejadian belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai, Alhadar Djaguna, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan.
"Sejauh ini belum ada laporan terkait dengan dampak dari gempa tadi, jadi kita masih menunggu," kata Alhadar saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, BPBD masih mengumpulkan informasi dari berbagai wilayah di Pulau Morotai guna memastikan kondisi masyarakat dan infrastruktur pascagempa.
Meski belum menerima laporan kerusakan, Alhadar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi dan menghindari penyebaran informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami minta agar masyarakat terus meng-update informasi dari pihak-pihak yang berkompeten, dalam hal ini BMKG dan instansi teknis lainnya," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, aktivitas di Kantor Bupati Morotai mulai kembali normal. Namun sebagian ASN masih memilih berada di luar ruangan sambil memantau perkembangan informasi terkait potensi tsunami maupun gempa susulan.