1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Al-Qassam Dorong Penguatan SDM Pariwisata Maluku Utara, Pemandu Wisata Jadi Perhatian

Oleh ,

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan Maluku Utara, Izzudin Al-Qassam Kasuba, terus mendorong pengembangan sektor pariwisata di Maluku Utara melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya bagi para pemandu wisata.

Al-Qassam mengatakan, kondisi efisiensi anggaran yang terjadi saat ini membuat pemerintah pusat belum dapat memprioritaskan pembangunan infrastruktur sektor pariwisata. Namun, penguatan SDM tetap menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

Menurutnya, melalui Komisi VII DPR RI yang menjadi mitra kerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, pihaknya terus menyuarakan agar program peningkatan kapasitas masyarakat di sektor pariwisata tetap berjalan di Maluku Utara.

“Kita tetap bersuara kepada mitra kita yaitu Kemenpar RI. Alhamdulillah beberapa program bimbingan teknis dalam rangka pembangunan SDM pariwisata di Maluku Utara terus berjalan. Beberapa kali sudah dilaksanakan di Halmahera Selatan dan Kota Ternate, ke depan juga akan dilakukan di kabupaten/kota lainnya,” ujar Al-Qassam saat ditemui di sela-sela perayaan HUT Halmahera Selatan, Selasa, 9 Juni 2026.

Politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, dirinya juga mendorong adanya perhatian serius terhadap aspek keselamatan wisatawan. Mengingat Maluku Utara memiliki banyak destinasi wisata alam yang membutuhkan pengelolaan profesional, termasuk dalam menghadapi potensi bencana.

Ia menyebut, dalam rapat bersama kementerian terkait, dirinya telah menyampaikan pentingnya edukasi, mitigasi bencana, serta sertifikasi bagi para pemandu wisata di Maluku Utara.

“Beberapa waktu lalu kita dilanda musibah erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, bahkan ada korban jiwa. Ini menjadi salah satu perhatian karena SDM pemandu wisata di Maluku Utara masih perlu diperkuat. Dalam RDP saya sudah menyuarakan kepada kementerian agar dilakukan bimbingan teknis kepada pemandu wisata,” katanya.

Al-Qassam menilai, para pemandu wisata di Maluku Utara sebenarnya sudah memiliki kemampuan yang cukup baik. Namun, masih diperlukan penguatan kapasitas dan sertifikasi agar mereka dapat memberikan pelayanan wisata yang lebih aman dan profesional.

“Pemandu wisata di Maluku Utara sudah cukup mumpuni, tetapi belum tersertifikasi dengan baik. Olehnya itu saya terus menyuarakan kepada Kementerian Pariwisata agar memberikan perhatian serius kepada para pemandu wisata di Maluku Utara,” jelasnya.

Selain penguatan SDM, Al-Qassam juga mendorong hadirnya pendidikan vokasi pariwisata di Maluku Utara. Ia berharap program kuliah di luar kampus utama atau politeknik pariwisata dapat dibuka di daerah ini untuk mendukung kebutuhan tenaga profesional di sektor tersebut.

“Saya juga menyuarakan agar ada program kuliah di luar kampus utama dibuka di Maluku Utara, karena kita belum memiliki politeknik pariwisata. Ini sementara dikomunikasikan antara Kemenpar dan Kemendiknas. Insya Allah politeknik pariwisata bisa hadir di Maluku Utara sehingga pengembangan SDM sektor pariwisata lebih mudah,” tandasnya.

Berita Lainnya