1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Gubernur Sherly Tanamkan Kepemimpinan Inklusif dan Transformasi Pendidikan di Unhena

Oleh ,

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mendorong mahasiswa Universitas Hein Nemotemo (Unhena) untuk menjadi generasi yang adaptif, berkarakter, dan memiliki daya saing di tengah perubahan zaman.

Pesan itu disampaikan Sherly saat melakukan silaturahmi bersama civitas academica Unhena di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Selasa, 9 Juni 2026. Di hadapan ratusan mahasiswa, Gubernur memberikan pandangan terkait transformasi pendidikan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta pentingnya kepemimpinan inklusif.

Sherly menilai dunia pendidikan saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat. Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membangun kualitas diri yang menjadi nilai tambah dalam menghadapi dunia kerja.

"Kalian harus memiliki value diri yang bisa ditawarkan kepada perusahaan. Tidak cukup IPK bagus, tidak cukup nilai rapor, tetapi yang jauh lebih penting adalah konsistensi value diri," ujar Sherly.

Ia mengajak mahasiswa Unhena untuk terus meningkatkan kemampuan melalui perubahan pola pikir dalam belajar. Menurutnya, perkembangan teknologi harus menjadi peluang bagi generasi muda untuk berkembang, bukan menjadi tantangan yang dihindari.

Sherly menjelaskan, kehadiran AI telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Teknologi tersebut kini menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, personal, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

"Kecerdasan buatan bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan mitra strategis dalam proses pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan efisien. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi, adopsi AI menjadi kunci dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif di era industri modern," jelasnya.

Selain kemampuan teknis, Sherly menekankan pentingnya pembangunan karakter mahasiswa. Menurutnya, dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta mampu bekerja dalam tim.

"Critical thinking, communication skill, teamwork, creativity dan karakter adalah kunci character building menghadapi persaingan global," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga membuka ruang dialog dengan mahasiswa. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait kepemimpinan, pendidikan, hingga perkembangan teknologi.

Sherly menyampaikan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mendengar dan melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.

"Pemimpin yang inklusif adalah pemimpin yang memastikan mendengar suara rakyatnya, sedangkan transformasi pendidikan adalah bagaimana kita mengubah paradigma sesuai perkembangan zaman," ungkapnya.

Selain memberikan motivasi, Sherly juga menunjukkan perhatian terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di Unhena dengan memberikan bantuan pembangunan auditorium kampus.

Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sherly Laos bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Sejumlah program telah dijalankan, mulai dari BOSDA bagi SMA/SMK/SLB negeri, beasiswa S1-S2 untuk putra-putri daerah, hingga kerja sama dengan 27 perguruan tinggi negeri.

Melalui program tersebut, Pemprov Maluku Utara berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Bagi Sherly, pembangunan daerah tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana menyiapkan manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki kemampuan menghadapi masa depan.

Semangat kepemimpinan yang melayani terus menjadi bagian dari arah pemerintahan Sherly Laos dan Sarbin Sehe. Dengan membuka ruang komunikasi serta menerima aspirasi masyarakat, keduanya ingin menghadirkan pemerintahan yang dekat dengan rakyat dan membawa Maluku Utara menuju perubahan yang lebih baik.

Berita Lainnya