1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Gempa 6,2 Magnitudo Guncang Halmahera Barat, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Oleh ,

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,2 mengguncang wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat, 3 Juli 2026 pukul 09.31 WIB atau 11.31 WIT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa memiliki parameter terbaru dengan magnitudo 6,2 dan terjadi pada kedalaman 104 kilometer. Episenter gempa berada di koordinat 1,93 derajat Lintang Utara dan 127,42 derajat Bujur Timur, atau sekitar 56 kilometer barat daya Pulau Doi, Kabupaten Halmahera Utara.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Dari laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas III-IV MMI di Kabupaten Halmahera Utara. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar rumah, serta dapat menyebabkan gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, hingga dinding berbunyi.

Sementara itu, di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Sanana, dan Pulau Morotai, gempa dirasakan pada skala III MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai truk besar yang sedang melintas.

Adapun di Kota Manado, Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kabupaten Bone Bolango, guncangan dirasakan dengan intensitas II-III MMI.

BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Maluku.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault)," jelas BMKG dalam keterangannya.

Hingga pukul 09.50 WIB atau 11.50 WIT, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang mengalami retak atau rusak akibat gempa.

Masyarakat juga diminta memastikan informasi resmi mengenai perkembangan gempa hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.

Berita Lainnya